2023-11-01

Ingin Menjadi Piping Engineer? Ini Tugas dan Skill yang Dibutuhkan

Daftar isi

Tutup

Pada industri-industri besar seperti migas, konstruksi, hingga pengolahan makanan, jaringan perpipaan yang ada di dalamnya seringkali diibaratkan sebagai jaringan pembuluh darah vena dan arteri, layaknya yang ada di tubuh makhluk hidup.

Sebab, pipa dan komponen lainnya menjadi transportasi bagi bermacam cairan yang diangkut, dari tempat satu ke tempat lain, maupun dari peralatan satu ke peralatan lainnya. Tidak hanya piping instructor, peran piping engineer juga sangat vital demi sistem perpipaan yang lancar dan efektif.

Lalu, apa saja peran piping engineer? Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang profesi piping engineer, mulai dari tanggung jawab utama, pendidikan yang diperlukan, dan tantangan dalam mendukung berbagai industri, dari manufaktur hingga energi. Mari simak penjelasan selengkapnya.

Apa itu Piping Engineer?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pipa merupakan komponen penting dari tiap industri yang memiliki sistem perpipaan yang rumit dan kompleks. Komponen perpipaan seperti pipa, fitting, flange, valve, baut, hingga gasket perlu dirakit dengan presisi agar dapat mengangkut atau mendistribusikan fluida dengan lancar. Belum lagi elemen pendukung pipa lainnya, seperti pipe shoe, dan sebagainya.

Baca Juga : Peran Plumber: Jenis, Kualifikasi, dan Prospek Karir

Oleh karena itu, perlu ditangani oleh tenaga profesional yang memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman agar berhasil merancang, merakit, dan memastikan bahwa jaringan perpipaan terpasang dengan aman dan efektif. Inilah salah satu tugas dari piping engineer.

Tugas dan Tanggung Jawab Piping Engineer

Selain tugas-tugas tersebut, piping engineer juga bertanggung jawab atas tata letak fasilitas atau sistem secara keseluruhan, penempatan peralatan di unit proses, serta desain jaringan perpipaan yang terhubung sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku untuk memastikan pengoperasian yang aman.

Baca Juga : Mengenal Tugas Electrical Engineer Serta Kisaran Gaji

Untuk lebih jelasnya, tugas dan tanggung jawab seorang piping designer dilansir dari edgevarsity.com ialah sebagai berikut:

  1. Merencanakan dan merancang sistem perpipaan sesuai dengan fluida yang diangkut dan spesifikasi proyek.
  2. Berkoordinasi dengan tim lainnya, seperti electrical engineer atau welding inspector untuk memastikan integrasi yang lancar antara sistem perpipaan dan sistem lainnya dalam satu proyek.
  3. Melakukan perhitungan teknis yang presisi, seperti perhitungan tekanan, kecepatan aliran, dan beban termal, untuk memastikan sistem perpipaan beroperasi dengan benar.
  4. Membuat dokumentasi teknis yang lengkap, mulai dari gambar teknis, spesifikasi, dan laporan desain untuk keperluan konstruksi dan pemeliharaan.
  5. Memastikan bahwa sistem perpipaan mematuhi peraturan dan standar keselamatan yang berlaku, serta mengidentifikasi dan mengatasi potensi risiko keselamatan.
  6. Berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait, seperti klien, kontraktor, vendor, dan tentunya dengan tim proyek untuk mencapai tujuan bersama.

Keterampilan yang Dibutuhkan Piping Engineer

Untuk menjadi piping engineer, tentu membutuhkan pengetahuan yang luas tentang teknik perpipaan. Piping engineer biasanya banyak yang memiliki latar belakang dari berbagai jurusan teknik, yang mempelajari teknik mekanik secara mendalam.

Baca Juga : Pengertian dan Rangkaian Pekerjaan Fitter

Teknik perpipaan yang dibutuhkan oleh piping engineer umumnya mencakup keterampilan berikut:

1. Plant Layout (Tata Letak Bangunan)

Memastikan bahwa sistem perpipaan yang dibuat terintegrasi dengan struktur bangunan secara efisien, dan memperhitungkan aspek-aspek seperti aksesibilitas, keamanan, dan aliran proses.

2. Equipment Layout (Tata Letak Peralatan)

Berfokus pada tata letak peralatan industri, seperti tangki penyimpanan, pompa, kompresor, dan peralatan lainnya. Juga memastikan bahwa peralatan tersebut terhubung dengan sistem perpipaan secara optimal dan mematuhi standar keselamatan.

3. Piping Layout (Tata Letak Perpipaan)

Merancang tata letak sistem perpipaan, seperti pemilihan rute pipa dan posisi komponen lainnya. Tujuannya adalah memastikan perpipaan berfungsi secara efisien.

4. Piping Materials (Material Perpipaan)

Berkaitan dengan pemilihan material pipa yang sesuai dengan sifat zat yang akan diangkut dan  kekuatan material pipa terhadap standar industri.

5. Piping Supports (Alat Penunjang Perpipaan)

Bertanggung jawab merancang alat penunjang pipa untuk mengatasi perubahan suhu, tekanan, dan beban pada sistem perpipaan.

6. Piping Stress Analysis (Analisis Tegangan Perpipaan)

Melakukan analisis untuk menentukan tegangan dan deformasi dalam sistem perpipaan, serta memastikan keamanan dan kinerja sistem saat beroperasi.

7. CAD or 3D Modeling

Piping Engineer yang bekerja dengan CAD (Computer-Aided Design) atau pemodelan 3D, menggunakan perangkat lunak khusus untuk membuat gambar teknis dan model 3D. Hal ini memungkinkan visualisasi yang lebih baik serta memudahkan desain dan dokumentasi.

Sementara itu, melansir wermac.org, pada sebuah proyek, piping engineer biasanya membentuk dua kelompok yang terdiri dari beberapa peran. Kelompok yang dimaksud adalah; piping engineer utama dan piping design.

Baca Juga : Mengenal Foreman: Tugas, Kualifikasi, dan Peluang Karir

Di kelompok piping engineer, biasanya menangani beberapa keterampilan di atas, seperti spesifikasi perpipaan, material perpipaan, dan analisis tegangan. Sedangkan kelompok desain menangani tata letak bangunan, tata letak peralatan, dan tata letak perpipaan.

Tantangan yang Sering Dihadapi oleh Piping Engineer

Bukan hal yang biasa jika sebuah profesi menghadapi sejumlah tantangan dalam melakukan pekerjaannya, tidak terkecuali seorang piping engineer. Mungkin bisa dibilang, banyak tantangan dan kendala yang mungkin timbul karena rumitnya sistem perpipaan, terutama untuk skala industri besar. Beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya:

Kompleksitas Proyek

Beberapa proyek sistem perpipaan memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, seperti instalasi di lingkungan yang sulit atau di dalam pabrik yang sedang beroperasi. Piping engineer harus senantiasa siap menghadapi berbagai tantangan dalam mengatasi situasi ini.

Desain yang Presisi

Desain sistem perpipaan yang tepat dan akurat sangatlah penting. Kesalahan dalam desain dapat mengakibatkan masalah seperti kebocoran, kegagalan peralatan, atau bahkan insiden berbahaya.

Perubahan Desain

Proyek industri seringkali mengalami perubahan dan modifikasi. Oleh karena itu, piping engineer harus mampu mengelola perubahan design dengan cepat dan efisien tanpa mengganggu jadwal proyek yang sudah dirancang sejak awal.

Ketersediaan Material

Pemilihan material yang tepat untuk pipa dan perlengkapan dapat menjadi tantangan, terutama jika material tertentu sulit ditemukan atau seringkali lebih mahal. Piping engineer harus mempertimbangkan faktor biaya dan ketersediaan material dalam design yang telah dibuat.

Tegangan dan Keamanan Pipa

Menangani tegangan dan keamanan dalam sistem perpipaan adalah pekerjaan yang tidak kalah penting. Piping engineer perlu memastikan bahwa pipa dan perlengkapannya mampu menahan tekanan, suhu, dan beban yang mungkin berubah selama operasi.

Pemeliharaan dan Pemantauan

Setelah proyek selesai, pemeliharaan dan pemantauan sistem perpipaan menjadi tantangan. Sebab, harus dipastikan bahwa sistem tetap beroperasi dengan efisien selama bertahun-tahun. Jadi, piping engineer tetap perlu melakukan inspeksi berkala untuk menghindari masalah.

Teknologi Terbaru

Piping engineer perlu selalu mengikuti perkembangan teknologi terbaru dalam design dan pemantauan sistem perpipaan. Termasuk penggunaan perangkat lunak CAD/3D modeling, analisis elemen hingga, dan sistem pemantauan otomatis.

Mengatasi tantangan-tantangan ini memerlukan pengetahuan yang mendalam, kreativitas, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis. Selain merencanakan, merancang, dan mengelola sistem perpipaan dengan baik, kemampuan problem solving juga diperlukan agar dapat mencari solusi jika terjadi kendala di luar dugaan.

Baca Juga : Welding Inspector : Peran Tanggung Jawab, Gaji, dan Syarat

Menjadi seorang piping engineer bukanlah pekerjaan yang mudah, namun sangat mungkin untuk dicapai dengan pemahaman yang baik ditambah keterampilan yang mendukung. Seiring perkembangan zaman, bukan tidak mungkin profesi ini banyak dibutuhkan di masa depan, tentunya dengan teknologi yang semakin modern yang akan semakin memudahkan. Tetap gali potensimu dan jangan berhenti bereksplorasi untuk bisa menjadi piping engineer yang terampil.

Temukan komponen perpipaan mulai dari pipa stainless steel dan carbon steel, valve, flange, gasket, dan fitting pipa yang lengkap dan variatif hanya di ACS.

Penulis

Om Vin
Om Vin adalah full-time in-house engineer ACS dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri pipa fitting dan sangat gemar dengan tantangan.

Share

  • Facebook
  • Tweet
  • Whatsapp
  • LinkedIn

Artikel lainnya

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
22
.
05
.
24

Heat Exchanger : Definisi, Prinsip Kerja, dan Konfigurasi

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sebuah sistem adalah bagaimana memindahkan panas dari satu medium ke medium lain tanpa mencampurkan fluida yang terlibat, serta menjaga integritas sistem dan kualitas produk. Lalu, bagaimana heat exchange bekerja? Yuk, simak penjelasan selengkapnya.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
22
.
05
.
24

Aktuator Hidrolik: Solusi Terbaik untuk Kontrol Gerakan dalam Konstruksi, dan Industri Lainnya

Sistem mekanis tradisional atau manual sering kali sulit dalam menghasilkan tenaga dan daya tanggap yang dibutuhkan. Di sinilah peran aktuator dibutuhkan sebagai solusi untuk berbagai tantangan kontrol gerak.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Safety Valve: Definisi, Fungsi dan Prinsip Kerja dalam Melindungi Sistem dari Overpressure

Dengan kemampuannya untuk mengontrol tekanan dan memastikan pelepasan gas atau fluida berbahaya saat mencapai level yang berpotensi membahayakan, safety valve bukan hanya sekadar komponen untuk menjaga keamanan sistem industri.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Pentingnya Process and Instrumentation Diagram (P&ID) sebagai Alat Visualisasi dalam Industri

Selain gambaran teknis, P&ID memberikan representasi grafis yang jelas tentang hubungan antar-elemen dalam sistem. Sehingga sangat membantu para profesional atau pekerja proyek untuk memahami, merancang, dan mengelola proses industri dengan lebih efisien.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Mengenal Mesin Bubut: Definisi, Aplikasi, dan Teknik Pembubutan

Aplikasi mesin bubut melibatkan banya industri, termasuk otomotif, kedirgantaraan, dan elektronik. Mari pahami prinsip kerja mesin bubut, jenis-jenis mesin bubut yang umum digunakan, dan teknik pembubutan seperti facing, turning, thread cutting, dan lainnya.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Menelusuri Ragam Jenis Plat Besi dan Keunggulannya dalam Proyek Konstruksi

Mengeksplorasi berbagai jenis plat besi beserta karakteristiknya, seperti plat hitam untuk konstruksi, plat besi kembang untuk desain estetika, plat besi bordes untuk daya cengkram, plat kapal untuk industri maritim, dan plat besi strip yang tipis dan fleksibel.