Produk Flange

Flange digunakan untuk menghubungkan antara pipa dengan valve, pompa, fitting atau ke peralatan lainnya. Temukan rangkaian flange besi yang dibuat berdasarkan ASME, JIS dan DIN di ACS yang dijamin keasliannya dengan Mill Test Certificate (MTC).

Blind Flange

Blind flange digunakan untuk menutup ujung dari suatu jaringan perpipaan, dan kemudian bisa dibuka kembali untuk akses mudah ke dalam pipa untuk maintenance atau melakukan pekerjaan lainnya.

Material

Stainless Steel & Carbon Steel

Tersedia Ukuran

½” - 36”

Standards

ASME B16.5, ASME B16.47, ASME B16.48, DIN 2527 & JIS B2220

merk

GBA
MIE
BFN
Ulma

Schedule

Class

#150 - #5000, 5K STD - 20K STD dan PN 10 - PN 40

Face / Connector

Flat Face (FF), Raised Face (RF) dan Ring Type Joint (RTJ)

Filler Material

Hoop Material

Welding Neck (WN) Flange

Flange welding neck adalah salah satu tipe flange yang memiliki tambahan ‘leher’ dengan bevel-end yang bisa di las langsung ke pipa sehingga membentuk sambungan yang baik.

Material

Stainless Steel & Carbon Steel

Tersedia Ukuran

1” - 48”

Standards

ASME B16.5, ASME B16.47 (Series A & B), DIN 2632, DIN 2633, DIN 2635, API 6A dan API 6B

merk

Schedule

SCH 10 - SCH 160

Class

#150 - #5000 & PN6 - PN40

Face / Connector

Flat Face (FF), Raised Face (RF) dan Ring Type Joint (RTJ)

Filler Material

Hoop Material

Socket Weld (SW) Flange

Flange socket weld (sw) lebih umum digunakan pada pipa berukuran kecil dan bertekanan tinggi. Cara menyambungnya dilakukan dengan memasukkan ujung pipa ke dalam socket-end dan kemudian di las pada bagian luar.

Material

Stainless Steel & Carbon Steel

Tersedia Ukuran

½” - 8”

Standards

ASME B16.5, ASME B16.47 (Series A & B), DIN 2632, DIN 2633, DIN 2635, API 6A dan API 6B

merk

GBA
MIE
BFN
Ulma

Schedule

SCH 40/STD - SCH 160

Class

#150, #300, #600 & #900

Face / Connector

Flat Face (FF), Raised Face (RF) dan Ring Type Joint (RTJ)

Filler Material

Hoop Material

Slip On (SO) Flange

Flange slip-on (SO) adalah tipe flange yang populer digunakan, pipa akan dimasukkan ke dalam flange dan kemudian di las pada bagian outer diameter (OD) dari pipa dan bagian dalam flange.

Material

Stainless Steel & Carbon Steel

Tersedia Ukuran

½” - 36”

Standards

ASME B16.5, DIN 2543, DIN 2545, DIN 2576 dan JIS B2220

merk

GBA
MIE
BFN
Ulma

Schedule

Class

#150, #300, #600 & #900

Face / Connector

Flat Face (FF) dan Raised Face (RF)

Filler Material

Hoop Material

Apa Itu Flange?

Flange merupakan komponen dalam industri perpipaan yang berguna untuk menggabungkan antara dua buah pipa dengan valve atau dengan equipment lainnya. Kemudian gabungan tersebut direkatkan dengan baut menjadi satu kesatuan yang utuh. Flange pipa memiliki beberapa ukuran dan jenis bergantung pada desain dan spesifikasi yang digunakan.

Flange bisa dibongkar dan dipasang dengan memanfaatkan mur baut sebagai media pengencang. Pipa yang menggunakan flange sebagai sambungannya biasanya pipa tersebut nantinya akan mudah dibongkar dan dipasang kembali jika dilakukan maintenance dibandingkan metode penyambungan pipa yang lain, misalnya dilas.

Sambungan flange terdiri dari tiga komponen; flange, gasket, dan bolting (perbautan) yang dirakit oleh pipefitter. Kontrol khusus diperlukan untuk memilih dan menerapkan semua elemen untuk mencapai sambungan yang memiliki tingkat leak tightness yang pas.

Pemilihan flange untuk penggunaan di industri perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Beberapa faktor penentu pemilihan flange yaitu harga flange, tekanan, temperatur dari gas atau cairan yang mengalir. Sebelum membeli flange harus memperhatikan dari segi kualitas, spesifikasi, dan standar yang digunakan untuk menghindari resiko kebocoran pada sistem perpipaan yang bisa mengakibatkan kerugian. Pastikan Anda membeli flange pipa besi hanya dari importir supplier stockist terpercaya, seperti ACS yang telah ditunjuk resmi oleh GBA, FBV Inc, Ulma, Bebitz, Galperti, dan lainnya. 

Apa Saja Fungsi Flange?

Fungsi utama dari flange adalah untuk menyambungkan dua komponen menjadi satu dengan partisi berupa flange. Pipa yang tadinya terpisah dapat dijadikan menjadi satu bagian untuk tujuan konstruksi tertentu. Flange ini biasanya digunakan untuk membuat satu sambungan yang non-permanen. Jadi, singkatnya, fungsi flange adalah untuk menyambungkan dua komponen antara pipa dan valve atau pun pipa satu ke pipa lain menjadi satu. 

Flange sangat dibutuhkan dalam sistem perpipaan. Selain menyambungkan antara dua komponen menjadi satu, juga berfungsi untuk memudahkan dalam proses maintenance dan jika memiliki opsi apabila perlu untuk menambahkan jalur fluida ke tempat lain tanpa perlu memotong pipa itu sendiri sehingga dapat menghemat biaya produksi. Seperti valve, flange juga memiliki fungsi yang berbeda-beda tergantung pada bentuk dan jenisnya. Berikut beberapa jenis flange beserta fungsinya:

  1. Flange Blind atau Flange Buta

Flange jenis ini memiliki fungsi untuk menutup aliran dari suatu instalasi perpipaan. Dari segi tampilan, flange blind bisa ditandai dengan tidak adanya lubang pada bagian tengah atau tertutup. Penggunaan blind flange bisa memudahkan untuk menyambung kembali instalasi perpipaan, jika suatu hari dibutuhkan. 

  1. Flange Slip On

Flange Slip on umumnya dipilih untuk penggunaan pada kondisi dimana fluida yang mengalir pada sistem perpipaan memiliki tekanan rendah atau minim resiko terjadi kebocoran. Seperti contoh, penggunaan pada aliran air tekanan rendah dan jaringan perpipaan pada proses produksi gas, minyak dan sebagainya. Dari segi harga, flange slip on juga relatif lebih murah. 

  1. Flange Welding Neck

Flange jenis ini paling mudah dibedakan dengan flange jenis lainnya karena bentuknya yang memiliki “leher” yang berfungsi sebagai titik penyambungan ke pipa atau komponen lainnya. Flange welding neck dipilih saat kondisi dimana flange ini digunakan adalah ekstrim seperti tekanan tinggi, terdapat fluktuasi temperatur dan tekanan atau saat fluida yang mengalir tergolong berbahaya, seperti limbah atau kimia korosif. 

  1. Flange Socket Weld 

Flange jenis socket weld disarankan untuk penggunaan pada instalasi perpipaan berukuran kecil yang memiliki tekanan tinggi. Pemasangannya juga mudah, yaitu hanya perlu memasukkan pipa pada socket end dan kemudian dilas pada bagian luar sambungan antara pipa dan flange. Dengan demikian, fluida bisa mengalir dengan lebih sempurna tanpa adanya hambatan. 

Penerapan Flange pada Proses Produksi

Flange adalah komponen pipa yang digabungkan dengan komponen lainnya secara non-permanen yang suatu saat bisa dilepas dan digabungkan kembali jika diperlukan. Menyambungkan koneksi flange harus dilakukan oleh teknisi yang berpengalaman dan kompeten karena harus dipasang sesuai dengan prosedur yang tepat agar dapat dipastikan rapat dan menyatu dengan komponen lain secara sempurna. Hal tersebut berguna agar sambungan flange dapat berfungsi dengan baik dan terhindar dari kebocoran. Pemilihan flange untuk penggunaan di industri perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Beberapa faktor penentu pemilihan flange yaitu harga flange, tekanan, temperatur dari gas atau cairan yang mengalir. 

Material yang Digunakan Pada Flange

Mempengaruhi ketahanan dan korosi, material yang digunakan pada flange harus terbuat dari bahan terbaik dan cocok dengan bahan sambungannya. Hal ini juga berpengaruh pada harga produk karena kualitas dari bahannya juga berbeda-beda. Kondisi eksternal seperti harga nikel dunia, biaya import atau biaya pengiriman dan masih banyak faktor lainnya yang bisa mempengaruhi harga flange. Flange umumnya dilas ke pipa dan komponen mulut pipa jadi material yang pas dibuat dari bahan-bahan berikut;

  • Carbon steel

Carbon steel memiliki titik leleh yang lebih sedikit dan ketahanan kimia yang lebih rendah, tetapi karena kandungan karbonnya yang tinggi, jenis ini lebih mudah dibentuk dan lebih stabil serta memiliki alokasi panas yang lebih kuat.

  • Stainless steel

Material stainless steel digunakan ketika membutuhkan suatu service secara berkala pada bagian yang korosi sehingga akan lebih mengurangi biaya produksi.

Distributor Flange Industri Perpipaan

ACS menjual aneka flange dengan berbagai standar seperti JIS Flange, ASME Flange dan DIN flange yang diimpor langsung dari merek terpercaya dunia beberapa diantaranya berasal dari China, Jepang, India dan Italia. JIS Flange dibuat sesuai standar jadi Japanese Industrial Standard (JIS) dan flange dengan standard JIS ditandai dengan K pada pressure rating dan sebagai contoh 5K, 10K, 20K dan sebagainya. 

ASME Flange dibuat berdasarkan standar dari American Society of Mechanical Engineering. Di ASME, standarisasi flange diatur pada ASME B16.5 khusus nominal pipe size (NPS) ½ hingga 24 dan pressure rating ditandai dengan Class. 

Sementara itu, DIN Flange mengadopsi standar DIN yang merupakan kontribusi dari berbagai pihak dari level nasional, negara-negara Eropa dan tingkat internasional untuk mengatur standar kualitas dan keamanan. Standar DIN berbeda dengan ASME/ANSI karena standar DIN menggunakan satuan metrik berupa milimeter dan bukan inci untuk mengukur panjang, sedangkan untuk tekanan digunakan satuan PN atau bar dan bukan psi. 

Beli flange di ACS sangat praktis dan aman. Anda dapat berbelanja dari kenyamanan rumah Anda dengan menghubungi sales kami via Live Chat, mengisi form Request For Quotation (RFQ), atau beli langsung melalui official store kami di Tokopedia. 

‍Pengiriman flange juga terjamin aman karena dikirim dengan armada logistik ACS dan partner logistik yang sudah terjamin pelayanannya dengan mengirim valve ke kota-kota besar di Indonesia seperti Medan, Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Palembang, Balikpapan, Samarinda dan Papua.

Baca Selengkapnya