2023-06-26

Pengertian Korosi, Proses, dan Cara Mencegahnya

Daftar isi

Tutup

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa korosi dapat terjadi? Seperti yang diketahui, korosi merupakan salah satu proses yang sangat dihindari terutama pada sistem perpipaan yang memiliki banyak komponen yang terbuat dari material logam.

Kenali secara rinci hal-hal yang berkaitan dengan korosi mulai dari pengertian dan proses terjadinya korosi, penyebab dan dampaknya pada sistem perpipaan, cara mencegah dan merawat, hingga perbedaan antara korosi dan karat yang akan dikupas secara mendalam di artikel ini.

Apa Itu Korosi?

Korosi adalah sebuah proses degradasi atau kerusakan pada material logam yang terjadi akibat adanya reaksi elektrokimia dari senyawa-senyawa yang tidak diinginkan di lingkungan sekitarnya.

Korosi umumnya terjadi pada logam yang terpapar lingkungan dengan kondisi basa atau asam, tingkat kelembaban yang tinggi, dan suhu yang ekstrim secara terus menerus. Hasil dari proses korosi yang paling umum ditemui adalah besi yang berkarat.

Proses Terjadinya Korosi

Korosi pada material logam terjadi saat ion-ion yang terkandung dalam logam dilepaskan ke lingkungan sekitarnya sehingga menyebabkan material menjadi rapuh, berlubang, dan yang paling parah yaitu hancur. Proses terjadinya korosi melibatkan beberapa tahapan, yang meliputi:

Tahap Awal: Pembentukan Sel Elektrokimia

Proses korosi dimulai saat suatu logam bersinggungan dengan zat elektrolit (seperti air atau asam) kemudian membentuk sebuah sel elektrokimia. Sel ini terdiri dari sebuah elektroda positif dan negatif yang dipisahkan oleh lapisan elektrolitik.

Tahap Kedua: Oksidasi dan Reduksi

Di dalam sel elektrokimia, elektron akan bergerak dari anoda (logam yang akan teroksidasi) menuju katoda (logam yang akan direduksi). Pada proses ini, anoda akan kehilangan elektron, sedangkan katoda akan menerima elektron.

Tahap Ketiga: Pembentukan Korosi

Selanjutnya, logam yang teroksidasi membentuk ion logam positif dan melepaskan elektron ke dalam elektrolit. Elektron yang dilepaskan ini kemudian bergerak menuju katoda, sedangkan ion positif ini akan berikatan dengan molekul oksigen atau senyawa lain di lingkungan sekitar sehingga membentuk produk korosi.

Baca Juga : Stainless Steel : Definisi, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan

Perlu diketahui bahwa proses terjadinya korosi bisa terjadi lebih cepat jika lingkungan memiliki faktor-faktor yang mendukung untuk adanya percepatan reaksi. Misalnya, adanya kandungan garam atau keasaman tinggi, juga temperatur dan kelembaban yang tinggi. Faktor-faktor tersebut dapat mempercepat proses oksidasi dan reduksi sehingga korosi terjadi lebih cepat.

Perbedaan Korosi dan Karat

Korosi dan karat adalah dua istilah yang sering bersinggungan dan digunakan secara luas dalam konteks kerusakan pada material logam. Keduanya merupakan penyebab disintegrasi material yang berkaitan erat. Namun, yang perlu diketahui adalah karat merupakan bagian dari korosi. Lalu, bagaimana cara membedakannya?

Korosi adalah istilah yang lebih umum dan merujuk pada kerusakan material logam akibat reaksi kimia dengan lingkungan sekitarnya, di berbagai macam material, logam maupun non-logam. Korosi dapat menghasilkan korosi yang berbeda-beda, tergantung pada jenis logam dan lingkungannya serta dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada material logam, seperti berlubang, pecah, atau hancur.

Baca Juga : Mengenal Carbon Steel (Baja Karbon) dan Penggunaannya

Sementara itu, karat khusus merujuk pada korosi yang terjadi pada material besi yang terjadi ketika besi bereaksi dengan oksigen dan air, menghasilkan senyawa besi yaitu oksida hidrat yang berwarna coklat kekuningan. Karat terlihat sebagai lapisan tipis yang menempel pada permukaan besi.

Jadi, sederhananya, karat adalah salah satu hasil dari korosi pada besi. Sementara korosi merujuk pada berbagai jenis kerusakan pada material logam yang dapat terjadi pada berbagai jenis logam dan paduan logam, seperti alumunium, tembaga, baja tahan karat, dan lain-lain.

Korosi pada Pipa dan Sistem Perpipaan

Korosi dapat merusak struktur bangunan, kendaraan, peralatan industri, dan berbagai macam material logam lainnya, terutama komponen-komponen pada sistem perpipaan yang umumnya menggunakan material logam. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui secara rinci tentang penyebab dan dampak, serta solusi dan cara mencegah korosi pada sistem perpipaan. Selain itu, ketahui juga cara merawat komponen perpipaan agar terhindar dari korosi dan masa pakainya lebih panjang.

Penyebab dan Dampak

Korosi pada komponen perpipaan dapat terjadi dikarenakan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  1. Kandungan Air dalam Pipa

Air yang mengalir dalam pipa dapat menjadi sumber zat elektrolit yang dapat memicu terjadinya korosi. Kandungan garam atau mineral di dalamnya dapat meningkatkan keasaman air dan menyebabkan korosi pada material pipa.

  1. Reaksi Kimia

Material pipa yang terbuat dari logam dapat bereaksi dengan zat kimia tertentu di dalam air, seperti oksigen, sulfur, klorin, atau asam.

  1. Kondisi Lingkungan

Kondisi lingkungan di sekitar pipa juga mempengaruhi terjadinya korosi, seperti suhu atau kelembaban yang tinggi. Lingkungan yang asam atau basa juga dapat mempercepat proses korosi pada material pipa.

  1. Kualitas Material Komponen

Material pipa yang berkualitas rendah atau memiliki cacat produksi dapat lebih rentan terhadap terjadinya korosi.

  1. Tegangan Listrik atau Arus Listrik yang Mengalir

Arus listrik yang mengalir pada pipa dapat menimbulkan erosi pada material pipa dan mempercepat proses korosi.

Sementara itu, timbulnya korosi pada komponen perpipaan juga dapat memiliki dampak yang serius, di antaranya:

  1. Kebocoran pipa. Korosi dapat merusak struktur material pipa, sehingga pipa menjadi rapuh dan mudah pecah. Hal ini dapat menyebabkan kebocoran pipa yang dapat merusak lingkungan sekitar dan membahayakan keselamatan.
  2. Kerusakan peralatan. Korosi juga dapat merusak peralatan yang terhubung dengan sistem perpipaan, seperti pipa, valve, flange, atau komponen lainnya. Kerusakan pada peralatan dapat mengganggu operasi sistem perpipaan secara keseluruhan dan mengharuskan adanya perbaikan yang biaya tinggi.
  3. Kontaminasi air atau bahan yang diangkut akibat dari pengikisan pada material pipa merusak lapisan pelindung yang mencegah kontaminasi air atau bahan yang diangkut. Hal ini dapat menyebabkan kontaminasi dan bahkan membahayakan kesehatan jika air atau bahan yang diangkut terkontaminasi.
  4. Dampak lingkungan. Akibat dari kebocoran yang timbul karena korosi dapat menyebabkan kebocoran yang merusak lingkungan sekitar, termasuk tanah, air, dan udara. Hal ini dapat memicu dampak lingkungan yang serius dan berkelanjutan.

Cara Mencegah dan Merawat

Dampak dari korosi yang telah dijabarkan di atas tentu sangat berbahaya dan merugikan bagi industri yang memiliki sistem perpipaan yang kompleks. Beberapa cara pencegahan dan perawatan yang tepat dapat dilakukan untuk menghambat terjadinya korosi pada sistem perpipaan, antara lain:

  1. Memilih Material yang Tahan Korosi

Pilihlah material pipa yang memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi. Misalnya, pipa yang dilapisi dengan lapisan zat pelindung seperti galvanis, atau pipa yang terbuat dari material tahan korosi seperti stainless steel.

  1. Aplikasikan Lapisan Pelindung atau Coating

Hal ini dapat membantu melindungi pipa dari korosi. Beberapa jenis lapisan pelindung yang umum digunakan adalah cat anti-korosi, epoxy, dan polimer.

  1. Inspeksi dan Pemeliharaan Rutin

Lakukan inspeksi dan pemeliharaan rutin pada sistem perpipaan untuk mengidentifikasi tanda-tanda korosi pada pipa agar tindakan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. Inspeksi dan pemeliharaan rutin juga dapat membantu memperpanjang umur sistem perpipaan.

  1. Pengelolaan Lingkungan

Lingkungan yang kering dan bersih dapat membantu mencegah terjadinya korosi pada sistem perpipaan. Jangan biarkan pipa terkena air atau bahan kimia yang berbahaya yang dapat memicu korosi.

  1. Rutin Kontrol Kelembaban

Pastikan bahwa sistem perpipaan tidak terkena kelembaban yang berlebihan. Sebab, kondisi yang lembab dapat mempercepat terjadinya korosi pada pipa.

Dengan melakukan pencegahan dan perawatan yang tepat, maka dapat mencegah terjadinya korosi pada sistem perpipaan. Hal ini dapat membantu memperpanjang umur sistem perpipaan dan mengurangi biaya perbaikan dan penggantian.

Baca Juga : Harga Pipa Besi dan Pipa Galvanis 2023

Demikian informasi lengkap mengenai korosi terutama dalam sistem perpipaan. Pastikan komponen perpipaan Anda terhindar dari korosi dengan memilih produk-produk terbaik yang tersedia di Alvindo Catur Sentosa. Hubungi admin sales ACS sebelum melakukan pembelian untuk berkonsultasi dan mendapatkan penawaran terbaik bagi sistem perpipaan Anda.

Penulis

Om Vin
Om Vin adalah full-time in-house engineer ACS dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri pipa fitting dan sangat gemar dengan tantangan.

Share

  • Facebook
  • Tweet
  • Whatsapp
  • LinkedIn

Artikel lainnya

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
22
.
05
.
24

Heat Exchanger : Definisi, Prinsip Kerja, dan Konfigurasi

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sebuah sistem adalah bagaimana memindahkan panas dari satu medium ke medium lain tanpa mencampurkan fluida yang terlibat, serta menjaga integritas sistem dan kualitas produk. Lalu, bagaimana heat exchange bekerja? Yuk, simak penjelasan selengkapnya.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
22
.
05
.
24

Aktuator Hidrolik: Solusi Terbaik untuk Kontrol Gerakan dalam Konstruksi, dan Industri Lainnya

Sistem mekanis tradisional atau manual sering kali sulit dalam menghasilkan tenaga dan daya tanggap yang dibutuhkan. Di sinilah peran aktuator dibutuhkan sebagai solusi untuk berbagai tantangan kontrol gerak.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Safety Valve: Definisi, Fungsi dan Prinsip Kerja dalam Melindungi Sistem dari Overpressure

Dengan kemampuannya untuk mengontrol tekanan dan memastikan pelepasan gas atau fluida berbahaya saat mencapai level yang berpotensi membahayakan, safety valve bukan hanya sekadar komponen untuk menjaga keamanan sistem industri.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Pentingnya Process and Instrumentation Diagram (P&ID) sebagai Alat Visualisasi dalam Industri

Selain gambaran teknis, P&ID memberikan representasi grafis yang jelas tentang hubungan antar-elemen dalam sistem. Sehingga sangat membantu para profesional atau pekerja proyek untuk memahami, merancang, dan mengelola proses industri dengan lebih efisien.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Mengenal Mesin Bubut: Definisi, Aplikasi, dan Teknik Pembubutan

Aplikasi mesin bubut melibatkan banya industri, termasuk otomotif, kedirgantaraan, dan elektronik. Mari pahami prinsip kerja mesin bubut, jenis-jenis mesin bubut yang umum digunakan, dan teknik pembubutan seperti facing, turning, thread cutting, dan lainnya.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Menelusuri Ragam Jenis Plat Besi dan Keunggulannya dalam Proyek Konstruksi

Mengeksplorasi berbagai jenis plat besi beserta karakteristiknya, seperti plat hitam untuk konstruksi, plat besi kembang untuk desain estetika, plat besi bordes untuk daya cengkram, plat kapal untuk industri maritim, dan plat besi strip yang tipis dan fleksibel.