30
.
08
.
22

Pengertian Upstream dan Downstream Secara umum

Daftar isi

Tutup

Apakah kamu pernah mendengar istilah Upstream dan Downstream? Nah, di pembahasan kali ini kita akan membahas pengertian kedua istilah tersebut dan juga Upstream dan Downstream dalam sistem perpipaan dan dalam industri oil dan gas.

Pengertian Upstream dan Downstream

Baca Juga : Pengertian dan Rangkaian Pekerjaan Fitter

Upstream dan Downstream sendiri adalah hal yang cukup umum didengar dalam dunia industri minyak dan gas serta perpipaan. Di tiap bidangnya, ada berbagai pengertian Upstream dan Downstream yang berbeda.

Untuk industri minyak dan gas sendiri, Upstream dapat diartikan sebagai kegiatan produksi yang mana kegiatan utamanya merupakan kegiatan eksplorasi (pencarian sumber daya) dan kegiatan ekstraksi. 

Dalam industri minyak dan gas, kegiatan upstream atau eksplorasi ini dilakukan dengan mencari sumber minyak dan gas bumi menggunakan berbagai teknik tertentu yang harus dilakukan oleh ahlinya secara khusus. Alias tidak boleh dilakukan sembarangan. Tujuannya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan akurat, serta untuk meminimalisir berbagai potensi bahaya yang mungkin akan ditimbulkannya.

Seperti yang kita bahas diatas, upstream dalam oil dan gas memiliki 2 kegiatan utama yakni eksplorasi dan ekstraksi. Lalu, apa itu ekstraksi? Ekstraksi sendiri merupakan istilah bagi proses mengeluarkan bahan oil dan gas mentah yang ada dalam bumi ke permukaan. 

Nah, dalam proses upstream ini fokusnya hanya mencari dan mengeluarkan sumber daya tersebut dalam bentuk mentah saja. Tidak ada proses pengolahan oil dan gas bumi sama sekali.

Downstream sendiri artinya adalah proses lanjutan dari upstream. Kegiatan Downstream sendiri merupakan kegiatan pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi. Dalam downstream ini, material oil dan gas yang telah dikeluarkan dari dalam bumi akan diolah.

Upstream Subholding

Sub Holding sendiri merupakan subsektor yang ada di bawah perusahaan induk. Contohnya saja, Pertamina juga memiliki berbagai subholding. Seperti : Subholding Upstream, Subholding Refining dan Petrochemical, Subholding Commercial and Trading, Subholding Gas, Subholding Integrated Marine Logistics, dan Subholding Power and New Renewable Energy.

Bisa dibilang, Upstream dan Downstream adalah satu kesatuan proses dalam industri minyak bumi dan gas dan di industri lainnya. Upstream ini diibaratkan industri hulu dalam oil dan gas. Sementara itu, downstream merupakan industri hilir.

Sektor hilir ini sendiri umumnya lebih mengacu pada kegiatan penyulingan minyak mentah dan juga proses pemurnian gas alam. Untuk lebih jauhnya, kegiatan downstream ini juga meliputi aktivitas distribusi bahan (yang sudah jadi) dan menjualnya pada pihak lain yang membutuhkannya.

Baca Juga : Jenis-Jenis Pipa dan Fungsinya

Perbedaan Upstream dan Downstream

Setelah membahas pengertian antara Upstream dan Downstream. Kita akan bisa lebih mudah membedakan antara keduanya. Pada prinsipnya, industri upstream berkaitan dengan kegiatan pencarian (search), penemuan (discover), perhitungan (quantification), eksplorasi, hingga kegiatan eksplorasi.

Intinya, kegiatan upstream ini berhubungan dengan segala proses pencarian hingga ke proses mengeluarkan minyak dan gas bumi mentah tanpa melakukan pengolahan lebih lanjut.

Sementara itu, industri downstream memiliki hubungan yang erat dengan kegiatan pengolahan, pendistribusian, hingga ke proses penjualan oil dan gas yang telah diproses menjadi produk jadi dan siap pakai.

Jadi, perbedaan antara Upstream dan Downstream yang utama adalah dari segi istilah atau pengertian dan lingkup prosesnya. Proses awal, disebut sebagai upstream. Sementara itu, tahap akhir disebut sebagai downstream.

Sebenarnya, dulu masih ada 1 istilah lagi yang kerap digunakan yakni midstream. Apa itu midstream? Midstream sendiri artinya adalah suatu kegiatan dalam industri perminyakan yang kegiatan utamanya transportasi. Namun, sejak adanya pemberlakuan Undang-Undang MIGAS No 22/2001, industri minyak hanya mengenal Upstream dan Downstream. Sementara itu, sektor midstream dimasukkan ke dalam unit downstream.

Dalam sektor industri downstream sendiri, unit pengolahannya dimiliki oleh perusahaan owner. Namun, kegiatan perancangannya sendiri akan menggunakan bantuan dari Perusahaan EPC.

Perusahaan EPC inilah yang nantinya akan bertugas dalam membuat perancangan bentuk dan desain dari unit pengolahan yang akan dibangun. Perusahaan owner biasanya hanya harus menyediakan lahan dan seluruh sumber yang diperlukan (wellhead).

Itulah beberapa perbedaan antara industri Upstream dan Downstream. Memahami perbedaan antara keduanya akan membantumu untuk lebih paham tentang apa itu industri downstream dan upstream.

Upstream dan Downstream Dalam Industri Minyak Dan Gas

Dalam industri oil dan gas, Upstream dan Downstream sendiri merupakan sebuah proses yang berkesinambungan.

Di dalam sektor industri upstream, kegiatannya juga mencakup pencarian ladang atau area yang mengandung oil dan gas. Baik itu yang berada di daratan (seperti di tengah gurun, suatu ladang luas yang kaya akan kandungan minyak dan gas bumi, dan sejenisnya) dan di kawasan perairan (baik itu di laut lepas ataupun di pantai, yang sekiranya memiliki kandungan oil dan gas yang melimpah).

Contoh erusahaan yang biasa melakukan kegiatan pencarian ladang sumber minyak dan gas ini adalah Pertamina E&P dan Chevron selaku Perusahaan Owner (pemilik). Perusahaan owner biasanya akan menggunakan pihak ketiga seperti Service Company untuk melakukan pengeboran di titik-titik yang telah mereka tentukan sebelumnya.

Sementara itu, downstream meliputi kegiatan pengolahan, distribusi, dan penjualan oil dan gas. Untuk tipe pembelinya sendiri ada beragam. Tergantung konsumen, lini bisnis, skala, dan utamanya bergantung pada produk akhir yang dihasilkannya.

Ada kalanya pula, perusahaan-perusahaan downstream akan berkontak langsung atau menjual produk jadi yang mereka produksi secara langsung kepada konsumen atau pengguna akhirnya. Contohnya saja adalah Perusahaan Pertamina. Pertamina akan menjual produk minyak bumi olahannya langsung kepada masyarakat di SPBU miliknya.

Baca Juga : Pengertian Smelter Pertambangan dan Penjelasannya

Upstream dan Downstream dalam Sistem Perpipaan

Dalam sistem perpipaan atau piping instrument, kita juga mengenal istilah Upstream dan Downstream. Karena perpipaan ini merupakan bidang yang sangat berbeda dengan industri minyak dan gas, maka pengertian Upstream dan Downstream dalam piping instrument juga berbeda.

Dalam piping instrument diagram, istilah upstream dan juga downstream ini juga dikenal dengan cukup luas.

PID (Piping Instrument Diagram) sendiri terdiri atas berbagai macam jalur pipa. Karena itulah, kedua istilah ini juga memiliki pengertian yang melekat pada line atau jalur dalam sistem perpipaan.

Upstream sendiri artinya line dimana ia pertama kali muncul. Yakni, jalur dimana line tersebut lahir dalam PID. Sebenarnya, dalam 1 PID sendiri ada banyak sekali line. Hanya saja, upstream yang dimaksud dalam PID ini merupakan line yang cukup panjang dan memiliki hubungan ke PID selanjutnya. Jadi, dalam 1 line tersebut bisa ada 2 atau lebih lembar PID.

Nah, untuk mempermudah pencarian line. Kamu bisa menggunakan berbagai kode keluar masuknya PID untuk semakin mempermudahmu. Kode ini sendiri merupakan kode unik yang hanya akan mempresentasikan 1 koneksi. Jadi, tidak mungkin akan ada kode yang double.

Setelah kita mengetahui bahwa upstreamnya ada di PID A, maka dimanakah letak downstream dalam sistem perpipaan ini? Downstreamnya adalah kebalikan dari upstream. Jadi, letak downstream dari line 041-LG-71003-4"-0S3-I ada di PID B. Dalam 1 line, hanya ada 1 upstream. Sementara itu, jumlah downstreamnya sendiri ada banyak, bisa lebih dari satu.

Jika itu adalah Upstream dan Downstream pada PID. Lalu, bagaimana dengan upstream dan juga downstream dalam PSV? Bisa dibilang, upstream downstream PID dan PSV cukup mirip. Hal ini dikarenakan sistem perpipaan di PSV sendiri sudah pasti ada dalam PID. Namun, biasanya Upstream dan Downstream dalam PSV memiliki nama line atau jalurnya sendiri-sendiri.

Baca Juga : Alat-Alat Kerja Fitter Fabrikasi

Kita juga dapat membedakan keduanya berdasarkan segi terminology bahasanya. Upstream terdiri dari gabungan 2 kata yakni up dan stream. Up artinya naik. Jadi, jalur pipa yang arah alirannya naik atau berada sebelum PSV adalah upstreamnya.

Sementara itu, downstream dalam PSV adalah aliran yang biasanya turun dari PSV ke header atau sub headernya.

Penulis

Om Vin
Om Vin adalah full-time in-house engineer ACS dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri pipa fitting dan sangat gemar dengan tantangan.

Share

  • Facebook
  • Tweet
  • Whatsapp
  • LinkedIn

Artikel lainnya

22
.
08
.
22

Harga Minyak Dunia Kembali Menguat, Ini Penyebabnya

Harga minyak mentah menguat. Permintaan global minyak mentah masih lemah dan adanya tensi antara AS dan China

23
.
08
.
22

Apa itu Pertambangan? Mengenal Industri Pertambangan Secara Luas

Pertambangan merupakan rangkaian kegiatan dalam upaya pencarian, pemanfaatan, penambangan, pengolahan, pemurnian dan penjualan bahan galian.