2023-11-17

Memahami Pengelasan FCAW Flux Cored Arc Welding

Daftar isi

Tutup

Pengelasan adalah proses penyambungan yang dikenal dapat memastikan kekuatan dan integritas struktural dari berbagai komponen. Metode pengelasan yang terus berkembang dan banyak jenisnya, mulai dari arc welding, friction welding, electron beam welding, laser welding, hingga resistance welding.

Dapat dikatakan, arc welding adalah metode yang paling umum digunakan karena metode ini memiliki banyak cabang teknik pengelasan, salah satunya yaitu Flux-Cored Arc Welding atau disingkat FCAW.

Untuk lebih lengkapnya mari kita ulas pada artikel ini. Apa itu metode pengelasan Flux-Cored Arc Welding, mencakup definisi, pengaplikasian, klasifikasi hingga keuntungan dan kelemahannya.

Apa itu Flux-Cored Arc Welding

Flux-Cored Arc Welding (FCAW), juga biasa disebut dengan dual shield welding, adalah proses arc welding semi-otomatis menggunakan kawat pengelasan khusus yang memiliki inti berisi serbuk atau bahan kimia yang disebut flux. Metode pengelasan ini mendapatkan sumber panas dari listrik yang kemudian dikonversikan ke busur listrik untuk menyambungkan logam dasar di area sambungan las.

Pengaplikasian Flux-Cored Arc Welding

Melansir twi-global.com, FCAW termasuk pengelasan yang fleksibel karena adanya filler material dan komposisi flux yang tepat. FCAW juga memiliki tingkat deposisi yang tinggi, sehingga dapat menghasilkan sambungan las berkualitas tinggi dengan visual yang bagus. Tingkat kecepatan pengelasan yang tinggi dari metode ini membuatnya banyak digunakan dalam konstruksi. Selain itu, metode FCAW juga dapat dilakukan di luar ruangan, bahkan dalam kondisi berangin.

Baca Juga : Welding Inspector : Peran Tanggung Jawab, Gaji, dan Syarat

Maka dari itu, metode pengelasan FCAW diaplikasikan dalam berbagai industri, termasuk konstruksi, perkapalan, otomotif, dan manufaktur. Pengelasan FCAW dapat digunakan untuk material paduan, carbon steel, stainless steel, duplex steel, dan cast iron. Namun, FCAW kurang cocok digunakan pada material aluminium.

Klasifikasi Proses Pengelasan FCAW

Berdasarkan metode shielding untuk melindungi area lasnya, proses FCAW dapat dibagi menjadi dua jenis. Pertama yaitu yang menggunakan external shielding gas, dan yang kedua yaitu metode self sheilding yang hanya mengandalkan flux core.

External Shielding Gas

Shielding gas digunakan pada proses FCAW dengan tujuan untuk melindungi las dari oksidasi. Gas yang biasa digunakan mengandung karbon dioksida atau campuran argon 75% dan karbon dioksida 25%. Metode inilah yang biasa disebut dual shield welding dan telah dikembangkan untuk pengelasan baja struktural, material yang lebih tebal, atau pengelasan yang posisinya di luar.

Baca Juga : Mengenal Perbedaan Pipa Welded dan Pipa Seamless

Perlu dicatat bahwa untuk proses FCAW yang satu ini kurang cocok dilakukan dalam kondisi berangin karena dapat mengganggu gas shielding-nya sehingga berdampak pada kualitas las yang dihasilkan.

  • Self Shielding

Sementara itu, proses FCAW yang kedua adalah proses yang tidak menggunakan shielding gas, melainkan hanya mengandalkan elektroda dari flux itu sendiri, biasa disebut juga dengan istilah self sheilding. Elektroda yang dihasilkan dapat memberikan perlindungan dan menutupi logam cair pada permukaan las.

Berbeda dengan proses yang pertama, proses ini dilakukan di luar ruangan bahkan dalam kondisi berangin sehingga cocok untuk aplikasi outdoor.

Keuntungan dan Kelemahan FCAW

Beberapa keuntungan yang ditawarkan dari metode pengelasan FCAW antara lain:

  • Cocok untuk penggunaan outdoor dan material yang lebih tebal
  • Dapat menahan angin kencang jika digunakan tanpa external gas
  • Alatnya dapat dipindahkan dengan mudah
  • Memberikan fleksibilitas lebih dengan komposisi paduan dibandingkan MAG
  • Menawarkan tingkat deposisi kawat yang lebih tinggi dan stabilitas busur yang lebih baik

Walaupun terdapat banyak keuntungan yang ditawarkan, proses metode FCAW juga memiliki beberapa kelemahan yang dapat dijadikan pertimbangan, di antaranya:

  • FCAW menghasilkan lebih banyak asap dibandingkan proses lain
  • Asap berbahaya sering timbul dari proses pengelasan sehingga dapat menyulitkan untuk melihat permukaan las
  • Memerlukan proses pembersihan yang cukup lama setelah proses pengelasan selesai karena penggunaan flux
  • Jika terkena angin kencang, hasil las FCAW sering menimbulkan cacat porositas berupa lubang-lubang kecil di permukaan

Dapat kita simpulkan bahwa metode pengelasan Flux-Cored Arc Welding (FCAW) merupakan teknik pengelasan yang sangat berpengaruh dalam dunia industri. Dengan keunggulannya, FCAW dapat meningkatkan kualitas sambungan dan produktivitas dalam berbagai proyek. Meskipun begitu, penggunaan FCAW tetap memerlukan pemahaman mendalam tentang teknik pengelasan yang benar dan penanganan yang cermat terhadap pengaplikasiannya.

Baca Juga : Peran Welder Serta Kualifikasi, Tips hingga Kisaran Gaji

Ingin mengetahui tentang metode atau teknik las lainnya? Tunggu ulasan selanjutnya hanya di Blog ACS!

Penulis

Om Vin
Om Vin adalah full-time in-house engineer ACS dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri pipa fitting dan sangat gemar dengan tantangan.

Share

  • Facebook
  • Tweet
  • Whatsapp
  • LinkedIn

Artikel lainnya

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
22
.
05
.
24

Heat Exchanger : Definisi, Prinsip Kerja, dan Konfigurasi

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sebuah sistem adalah bagaimana memindahkan panas dari satu medium ke medium lain tanpa mencampurkan fluida yang terlibat, serta menjaga integritas sistem dan kualitas produk. Lalu, bagaimana heat exchange bekerja? Yuk, simak penjelasan selengkapnya.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
22
.
05
.
24

Aktuator Hidrolik: Solusi Terbaik untuk Kontrol Gerakan dalam Konstruksi, dan Industri Lainnya

Sistem mekanis tradisional atau manual sering kali sulit dalam menghasilkan tenaga dan daya tanggap yang dibutuhkan. Di sinilah peran aktuator dibutuhkan sebagai solusi untuk berbagai tantangan kontrol gerak.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Safety Valve: Definisi, Fungsi dan Prinsip Kerja dalam Melindungi Sistem dari Overpressure

Dengan kemampuannya untuk mengontrol tekanan dan memastikan pelepasan gas atau fluida berbahaya saat mencapai level yang berpotensi membahayakan, safety valve bukan hanya sekadar komponen untuk menjaga keamanan sistem industri.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Pentingnya Process and Instrumentation Diagram (P&ID) sebagai Alat Visualisasi dalam Industri

Selain gambaran teknis, P&ID memberikan representasi grafis yang jelas tentang hubungan antar-elemen dalam sistem. Sehingga sangat membantu para profesional atau pekerja proyek untuk memahami, merancang, dan mengelola proses industri dengan lebih efisien.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Mengenal Mesin Bubut: Definisi, Aplikasi, dan Teknik Pembubutan

Aplikasi mesin bubut melibatkan banya industri, termasuk otomotif, kedirgantaraan, dan elektronik. Mari pahami prinsip kerja mesin bubut, jenis-jenis mesin bubut yang umum digunakan, dan teknik pembubutan seperti facing, turning, thread cutting, dan lainnya.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Menelusuri Ragam Jenis Plat Besi dan Keunggulannya dalam Proyek Konstruksi

Mengeksplorasi berbagai jenis plat besi beserta karakteristiknya, seperti plat hitam untuk konstruksi, plat besi kembang untuk desain estetika, plat besi bordes untuk daya cengkram, plat kapal untuk industri maritim, dan plat besi strip yang tipis dan fleksibel.