2024-05-15

Air Valve : Definisi, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Daftar isi

Tutup

Jika di sebuah kota yang ramai, di mana air merupakan sumber daya yang berharga, mengalir melalui jaringan pipa yang rumit untuk mencapai rumah, bisnis, dan industri, terdapat masalah yang sering muncul; penumpukan kantong udara di dalam jaringan perpipaannya. Masalah ini dapat mengganggu aliran air, menyebabkan inefisiensi, fluktuasi tekanan, dan potensi kerusakan pada infrastruktur. Untuk mengatasi masalah ini, solusi telah dikembangkan dengan adanya air valve.

Apa itu Air Valve?

Air valve adalah perangkat hidromekanis khusus yang berperan penting dalam menjaga kelancaran sistem perpipaan yang mengangkut fluida cair. Fungsi utamanya adalah untuk melepaskan akumulasi gas atau memasukkan udara ke dalam pipa selama berbagai operasi seperti pengisian, pengurasan, atau pengoperasian reguler. Mari kita jelajahi lebih jauh tentang air valve dan bagaimana fungsi serta cara kerjanya.

Pentingnya Pengaplikasian Air Valve

Pengoperasian yang aman dan efisien memerlukan pembuangan udara secara terus-menerus karena udara hadir di semua jaringan perpipaan air maupun limbah. Semua sistem penyediaan air terdiri dari pipa-pipa yang mengalir dari sumbernya ke tujuannya. Dalam proses ini, kantong-kantong udara yang terperangkap dapat terbentuk di dalam pipa. Kantong gas udara dan air limbah sulit dideteksi dan bisa mengurangi efisiensi sistem perpipaan secara keseluruhan.

air valve

Kantong udara juga dapat menyebabkan masalah water hammer, penghentian aliran sepenuhnya, pipa pecah, kebisingan sistem, dan korosi pipa. Udara di dalam pipa juga dapat menyebabkan pengoperasian komponen lainnya menjadi tidak stabil. Jadi, untuk menjamin pengoperasian yang aman dan efisien, sangat penting untuk terus menghilangkan gas udara dan air limbah dari sistem air. Air valve merupakan bagian penting dari jaringan pasokan air untuk kelancaran aliran dalam pipa dan mengurangi biaya pemeliharaan dan penggantian.

Apa Saja Fungsi Utama Air Valve?

Terdapat dua fungsi penting dari air valve dalam sistem perpipaan; menjaga efisiensi dan memberikan perlindungan sistem. Efisiensi sistem dipertahankan dengan mengeluarkan udara melalui air valve dari sistem yang dapat membatasi aliran dan meningkatkan biaya pemompaan. Sedangkan perlindungan diberikan dengan mengeluarkan dan memasukkan udara melalui air valve selama pengoperasian sistem dengan cara start-up, shutdown, dan kondisi kritis seperti kegagalan daya atau putusnya saluran.

Keluar masuknya udara selama kondisi ini akan mengurangi potensi lonjakan destruktif dan water hammer yang biasanya disebabkan oleh udara yang tidak terkontrol atau kondisi vakum dalam sistem perpipaan, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Jenis-jenis Air Valve

Ada tiga jenis air valve yang dipasang di jaringan perpipaan air, dan setiap jenis memiliki tujuan tertentu. Dengan memasang berbagai jenis air valve ini secara strategis dalam sistem, dapat secara efektif mengelola potensi kantung udara dan vakum, menjaga keseimbangan hidrolik, dan memastikan pengoperasian sistem yang andal dan efisien.

Automatic Air Valves

Valve ini dirancang untuk secara otomatis melepaskan kantong udara yang terkumpul di titik tertinggi. Sehingga udara dapat keluar ketika sistem diberi tekanan, dan ditutup untuk mencegah air keluar saat tekanan seimbang. Sangat penting untuk menjaga kondisi pengoperasian yang optimal dan mencegah masalah terkait udara seperti water hammer dan berkurangnya kapasitas aliran.

Air and Vacuum Valve

Air and vacuum valves memiliki fungsi ganda dalam sistem air; mengeluarkan udara dan vakum dari sistem. Biasanya dipasang di titik tinggi dan di dekat pompa air untuk mencegah pembentukan vakum selama sistem dimatikan atau ketika air dikeluarkan dari sistem. Dengan membiarkan udara masuk ke sistem bila diperlukan, dan melepaskan udara berlebih serta vakum, valve ini membantu menjaga keseimbangan hidrolik dan mencegah kerusakan pada sistem.

Combination Air Valve

Combination air valve  menggabungkan fungsi dari jenis-jenis sebelumnya. Perangkat ini mampu melepaskan udara selama pengoperasian sistem dan mencegah pembentukan vakum selama sistem dimatikan atau dikuras. Jenis ini menawarkan keunggulan yang sering digunakan dalam sistem air di mana pertimbangan ruang atau pemasangan memerlukan solusi yang lebih ringkas.

Di mana Air Valve Dipasang?

Air valve harus dipasang secara strategis di lokasi tertentu dalam sistem distribusi air untuk mengelola pembentukan kantong udara dan vakum secara efektif. Berikut adalah beberapa lokasi penting di mana air valve biasanya dipasang:

High Points (Titik Tinggi)

Udara secara alami cenderung terakumulasi pada titik tinggi di dalam pipa karena daya apungnya. Oleh karena itu, air valve seringkali dipasang pada titik tertinggi pipa untuk memudahkan keluarnya udara yang terperangkap. 

Pump Station 

Udara juga dapat terperangkap di dalam air saat dipompa, terutama di stasiun pompa yang kecepatan airnya tinggi. Memasang air valve di dekat stasiun pompa memungkinkan pelepasan udara yang mungkin tertahan selama pemompaan, sehingga mencegah masalah terkait udara seperti water hammer.

Kemiringan Pipa di Hilir (Downstream)

Kemiringan atau perubahan ketinggian di sepanjang pipa dapat menimbulkan kantong udara, khususnya di sisi hilir. Memasang air valve di bagian hilir kemiringan pipa memungkinkan pelepasan udara yang terperangkap dan membantu menjaga kelancaran aliran air.

Dekat Control Valve

Control valve, seperti isolation valve dan pressure reducing valve, terkadang dapat memerangkap udara di dalam pipa saat ditutup atau ditutup sebagian. Sehingga adanya air valve di dekatnya bisa membantu mencegah akumulasi udara dan memastikan pengoperasian sistem yang benar saat valve dibuka atau ditutup.

Di Ujung Jalur (Dead-End) dan Persimpangan (Intersection)

Saluran pipa dengan ujung tertutup rentan terhadap penumpukan udara, karena terbatasnya aliran untuk mengalirkan udara keluar dari sistem. Air valve dapat pelepasan udara yang terperangkap, mencegah masalah seperti genangan air dan penurunan kualitas air. Begitu pula dengan persimpangan pipa dan titik cabang dimana arah aliran berubah. 

Dengan memasang katup udara secara strategis di lokasi-lokasi penting dalam sistem distribusi air, dapat secara efektif mengelola pembentukan udara dan vakum, mengoptimalkan kinerja sistem, dan meminimalkan risiko masalah operasional.

Dari air valve yang dipasang dengan di titik-titik tinggi dan lokasi lainnya, setiap jenis air valve memiliki tujuan tertentu dalam memerangi permasalahan terkait udara. Baik untuk mencegah water hammer, memastikan kapasitas aliran optimal, penempatan air valve yang strategis adalah kunci untuk menjaga keseimbangan hidraulik dan stabilitas sistem.

Namun pentingnya air valve lebih dari sekedar fungsinya, karena air valve turut menjaga sumber daya yang paling berharga, yaitu air. Dengan mitigasi masalah operasional dan mengoptimalkan kinerja sistem, air valve berkontribusi pada upaya konservasi air, dan mengurangi limbah. Sehingga upaya pengelolaan air yang efisien dan berkelanjutan dengan air valve tidak bisa dianggap remeh.

Dapatkan informasi tentang komponen-komponen sistem perpipaan maupun komponen industri secara luas hanya di alvindocs.com. Stay tuned terus ya!

Penulis

Om Vin
Om Vin adalah full-time in-house engineer ACS dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri pipa fitting dan sangat gemar dengan tantangan.

Share

  • Facebook
  • Tweet
  • Whatsapp
  • LinkedIn

Artikel lainnya

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
22
.
05
.
24

Heat Exchanger : Definisi, Prinsip Kerja, dan Konfigurasi

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sebuah sistem adalah bagaimana memindahkan panas dari satu medium ke medium lain tanpa mencampurkan fluida yang terlibat, serta menjaga integritas sistem dan kualitas produk. Lalu, bagaimana heat exchange bekerja? Yuk, simak penjelasan selengkapnya.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
22
.
05
.
24

Aktuator Hidrolik: Solusi Terbaik untuk Kontrol Gerakan dalam Konstruksi, dan Industri Lainnya

Sistem mekanis tradisional atau manual sering kali sulit dalam menghasilkan tenaga dan daya tanggap yang dibutuhkan. Di sinilah peran aktuator dibutuhkan sebagai solusi untuk berbagai tantangan kontrol gerak.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Safety Valve: Definisi, Fungsi dan Prinsip Kerja dalam Melindungi Sistem dari Overpressure

Dengan kemampuannya untuk mengontrol tekanan dan memastikan pelepasan gas atau fluida berbahaya saat mencapai level yang berpotensi membahayakan, safety valve bukan hanya sekadar komponen untuk menjaga keamanan sistem industri.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Pentingnya Process and Instrumentation Diagram (P&ID) sebagai Alat Visualisasi dalam Industri

Selain gambaran teknis, P&ID memberikan representasi grafis yang jelas tentang hubungan antar-elemen dalam sistem. Sehingga sangat membantu para profesional atau pekerja proyek untuk memahami, merancang, dan mengelola proses industri dengan lebih efisien.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Mengenal Mesin Bubut: Definisi, Aplikasi, dan Teknik Pembubutan

Aplikasi mesin bubut melibatkan banya industri, termasuk otomotif, kedirgantaraan, dan elektronik. Mari pahami prinsip kerja mesin bubut, jenis-jenis mesin bubut yang umum digunakan, dan teknik pembubutan seperti facing, turning, thread cutting, dan lainnya.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Menelusuri Ragam Jenis Plat Besi dan Keunggulannya dalam Proyek Konstruksi

Mengeksplorasi berbagai jenis plat besi beserta karakteristiknya, seperti plat hitam untuk konstruksi, plat besi kembang untuk desain estetika, plat besi bordes untuk daya cengkram, plat kapal untuk industri maritim, dan plat besi strip yang tipis dan fleksibel.