30
.
08
.
22

Tujuan Pengujian Hydrotest Valve

Daftar isi

Tutup

Dalam saluran perpipaan, utamanya yang berhubungan dengan aliran yang berbahaya atau bertekanan tinggi. Tentunya, diperlukan control dan pengecekan rutin untuk menilai apakah ada potensi kebocoran dari sistem perpipaan tersebut atau tidak.

Kebocoran ini tentu saja akan menimbulkan cukup banyak masalah dan meningkatkan resiko keamanan. Ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pengetesan kebocoran. Salah satu cara yang paling populer adalah melakukan tes hydro atau yang lebih dikenal sebagai hydrostatic test.

Pengertian Hydrostatic Test

Hydrostatic Test merupakan pengujian kekuatan dan kebocoran pada bejana bertekanan atau pressure vessel. Layaknya, boiler, heat exchanger, reactor, perpipaan, dan tangki menggunakan media fluida cair. Fluida cair yang biasa digunakan umumnya adalah air.

Cara menjalankan Hydrostatic Test ini adalah dengan memasukkan air ke dalam bejana atau pemipaan dengan tekanan tertentu. Kemudian, kondisi tekanan tersebut ditahan sampai jangka waktu tertentu sesuai dengan standar rujukan yang digunakan.

Apabila dalam pengetesan tersebut tidak ditemukan adanya kebocoran atau tekanan air yang ada di dalamnya tetap (tidak bertambah atau berkurang). Maka, perpipaan tersebut akan “Lulus UJI”. Namun, apabila hal yang sebaliknya lah yang terjadi. Maka, perlu dilakukan pengecekan ulang dan pemetaan kira-kira bagian pipa manakah yang mengalami kebocoran dan perlu diperbaiki kembali.

Biasanya, Hydrostatic Test ini dilakukan di pipa yang memiliki tekanan lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan desainnya. Contohnya saja, berdasarkan ASME B31.1 tekanan test dalam sistem perpipaan ini tidak boleh dibawah 1,5 kali tekanan didesain. Meskipun begitu, tekanan yang diberikan juga tidak boleh melewati batas uji tekanan maksimal yang diijinkan. Tes ini dilakukan minimal selama 10 menit.

Baca Juga : Istilah Strainer Steam Trap Vent dan Drain

Tujuan Tes Hydro

Salah satu tujuan melakukan Tes Hydro ini di sistem perpipaan dan fittings adalah untuk menguji dan mengetes apakah terjadi kebocoran atau tidak. Tes Hydro ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya ledakan akibat tekanan berlebih yang dapat membuat jalur pipa rusak dan menimbulkan potensi bahaya. Terlebih, apabila pipa tersebut digunakan untuk mengalirkan bahan-bahan yang dinilai berbahaya. Seperti gas atau bahan kimia.

Dalam ilmu perpipaan atau piping, Tes Hydro ini adalah salah satu tes yang kerap dilakukan guna mengukur kekuatan pipa/wadah yang kemudian diberikan rekanan (umumnya, bertekanan statis) seperti pipa, jalur pipa, boiler atau pendidih, manifold atau percabangan, hose atau selang, dan juga pressure vessel atau bejana tekan dalam satuan (satuan tersebut bisa Pascal dalam SI ataupun PSI yakni Pound per Square Inch dalam imperial serta digunakan untuk mengecek potensi kebocoran dalam sistem perpipaan. Hal ini juga digunakan untuk menjamin bahwa pipa tersebut mampu menyimpan dan menyalurkan fluida dengan aman dan efektif.

Tes Hydro ini banyak dilakukan lantaran bersifat non destructive test atau tidak merusak material. Alasannya, karena Hydrotest Valve/Hydrostatic ini tidak mengubah sifat dan bentuk material dari sistem perpipaan secara menyeluruh.

Dalam dunia perpipaan, metode ini juga dapat digunakan sebagai salah satu metode yang mendukung pipeline integrity.

Prosedur Hydrostatic Test atau Tes Hydro Pada Pipa

Prosedur Dalam Hydrotest

Berikut ini ada beberapa prosedur yang harus dilakukan dalam tes hydro ini :

Langkah 1 Persiapan :

  • Memastikan bahwa semua pekerjaan sistem perpipaan telah selesai dengan baik sebelum pengujian dimulai.
  • Membentuk tim pengujian sebagai penanggung jawab tugas atau performing authority. Semua anggota tim harus benar-benar mengerti dan menguasai proses pengujian tes hydro ini, termasuk SOP dan prosedur keselamatannya.
  • Menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan agar pengujian selesai tepat waktu.
  • Memastikan bahwa prosedur pengujian sesuai dengan Permit to works (PTW), TRA (Task Risk Assessment) dan HIT (Hazzard Identification) dan yang tak kalah penting sudah disahkan oleh penanggung jawab pengujian tersebut.
  • Memasang barikade dengan jarak minimal 3 meter dari lokasi pengujian. Melakukan pemasangan tanda-tanda atau rambu bahwa sedang dilakukan pengujian pipa.
  • Melakukan tool box meeting sebelum melaksanakan pekerjaan.
  • Semua pekerja yang terlibat dalam Tes hydro ini harus menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).

Baca Juga : Jenis Alat Pelindung Diri Untuk Pekerja Konstruksi

Langkah 2 : Menyiapkan Hydro Test Package

Merupakan kumpulan dokumen yang memuat panduan dan keterangan dari proses penyelesaian jalur yang akan dilakukan pengujian. Hydro Test Package ini memuat : Nomor Test Paket , penandaan pada gambar isometric, penandaan pada drawing atau gambar P & ID, Lembaran Summary welding seperti hasil NDT, RT, MT, dan Inspection and Test record (ITR).

Sementara itu ITR ini memuat informasi mengenai : Pre-hydro test line walk, NDT Clearance, Pressure Test/Flushed, Reinstatement, Acceptances Records, Flange management, removal temporary, dan punch list.

Persiapan :

  • Memastikan fungsi buka tutup valve berjalan dengan baik. Posisi Valve dibuka setengahnya.
  • Memastikan semua temporary support equipment terpasang dengan benar.
  • Memastikan posisi Vent and Drain sudah benar.
  • Memastikan peralatan (yang telah terpasang sebelumnya) dan tidak digunakan dalam tes Hydro ini dilepas dan dipindahkan terlebih dahulu dari jalur yang akan diuji.
  • Memeriksa kembali blind flange terpasang dengan benar dan sesuai. Baik dari segi ukuran, rating, tekanan pengujian maksimal, dan sebagainya.

Peralatan Yang Digunakan Dalam Tes Hydro

Berikut ini beberapa peralatan yang digunakan : Spade atau skillet, Blind flange, Manifold, Gasket, Pressure indicator, Alat Recorder, Haskel Pump, Stud bolts, Hoses dan kelengkapan konektornya, Valve pengatur, air sebagai media dan zat pewarna aman untuk mempermudah pemeriksaan

Sebagai informasi tambahan, peralatan tersebut harus sesuai dengan standar yang diterapkan. Sudah diperiksa oleh petugas khusus guna memastikan bahwa alat tersebut dapat berfungsi dengan baik dan benar.

Prosedur Pelaksanaan

Berikut ini prosedur pelaksanaan Hydrostatic Valve atau Hydrostatic Test :

  • Memastikan semua jalur yang diuji sudah tersambung dengan baik.
  • Pemberian tekanan minimal 1,5 x dari tekanan desain.
  • Pelaksanaan pemeriksaan visual dilakukan ketika tekanan tidak kurang dari 2/3 tekanan pengujian.
  • Proses pengujian dilakukan dalam beberapa tahap. Yakni ketika progressnya 25%, 50%, 75% dan 100% dengan holding time 10 menit per tahapnya.
  • Wajib melakukan decreasing pressurized pada jalur drain point untuk menghindari negative stress pada pipa yang diuji.
  • Waktu pengujian 1 jam.
  • Ketika proses pengujian dilaksanakan, dilakukanlah pencatatan temperatur dan tekanan pada piping test record.
  • Memeriksa semua jalur pipa yang dilakukan pengujian. Memastikan tekanan stabil.
  • Setelah semua proses pelaksanaan Tes Hydro ini selesai. Selanjutnya, dilakukanlah proses depressurizing atau proses pengurangan tekanan. Dilakukan secara bertahap dengan membuka beberapa titik vent.

Do And Don’t

Karena potensi bahayanya yang cukup besar, maka ada beberapa do and don’t yang harus Anda ketahui dalam pengujian ini. Diantaranya adalah :

Do :

  • Melakukannya sesuai prosedur diatas.
  • Menggunakan APD dan peralatan penunjang yang sesuai.
  • Dilakukan oleh teknisi yang terlatih dan berpengalaman.
  • Memastikan seluruh sistem perpipaan, valve, dan fitting yang diuji sudah diketahui spesifikasinya dengan baik. Jika perlu, Anda bisa memeriksa kembali dokumen terkait.
  • Hindari menggunakan material yang mudah rusak, getas, apalagi yang telah retak karena karat.
  • Peralatan pressure relief device seperti safety valve sudah harus tersedia, fungsinya untuk mencegah terjadinya over pressure.
  • Menggunakan safety line dan safety barrier di lokasi pengujian
  • Menggunakan pressure gauge yang telah terkalibrasi.
  • Sudah ada ijin kerja.
  • Menjalin komunikasi yang baik dengan pihak-pihak yang terlibat.
  • Menghentikan Hydrostatic Test apabila kondisinya tidak aman atau potensi bahaya terdeteksi.

Don’t :

  • Menyalahi prosedur dan standar pengujian.
  • Menggunakan peralatan yang rusak.
  • Melakukannya secara sembarangan, apalagi tidak menggunakan APD yang layak.
  • Berdiri tepat di depan pressure gauge selama tes tengah berlangsung.
  • Kurang penerangan atau kurang cahaya.

 Baca Juga : Jenis-Jenis Percabangan Olet Pipa

Nah, itulah beberapa informasi seputar pengujian Tes Hydro ini. Intinya, Hydrostatic Test ini dilakukan untuk menguji dan mengetes apakah terjadi kebocoran atau tidak serta mencegah terjadinya ledakan akibat tekanan berlebih yang dapat membuat jalur pipa rusak dan menimbulkan potensi bahaya.

Anda butuh komponen perpipaan yang berkualitas? Tidak mudah bocor? Kokoh, kuat, dan aman? Hubungi marketing PT Alvindo Catur Sentosa untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk perpipaan, valve, pump, fitting, dan komponen lainnya!

Penulis

Om Vin
Om Vin adalah full-time in-house engineer ACS dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri pipa fitting dan sangat gemar dengan tantangan.

Share

  • Facebook
  • Tweet
  • Whatsapp
  • LinkedIn

Artikel lainnya

23
.
08
.
22

Perbedaan Penggunaan Eccentric dan Concentric Reducer

Penjelasan mengenai definisi, fungsi dan perbedaan antara eccentric dan concentric reducer pada sistem perpipaan

06
.
09
.
22

Istilah Car Seal Open dan Close (CSO/CSC) pada Sistem Perpipaan

CSO adalah komponen pengaman pada valve untuk menghindari orang yang tak punya kepentingan untuk mengatur valve