2024-06-26

Pengertian & Teknik-Teknik dari Pengecoran Logam

Daftar isi

Tutup

Sepanjang sejarah, manusia telah mengembangkan cara-cara inovatif untuk menciptakan berbagai peralatan berbahan dasar logam yang bisa digunakan untuk waktu yang lama. Salah satu teknik yang terkenal metal casting atau pengecoran logam. Praktik ini telah berevolusi selama berabad-abad, tetapi prinsip-prinsip dasarnya tetap tidak berubah. Pada intinya, pengecoran logam melibatkan transformasi bahan mentah menjadi bentuk yang kompleks dan fungsional.

Mari kita ketahui lebih jauh tentang metal casting methods atau metode-metode pengecoran logam yang saat ini sangat umum diterapkan di berbagai sektor industri. Mulai dari definisi, teknik pengecoran, keuntungan dan kelemahan metode pengecoran, hingga pengaplikasian metal casting. Yuk, kita cari tahu.

Apa Itu Pengecoran Logam (Metal Casting)

Pengecoran logam (metal casting) adalah proses menuangkan logam cair ke dalam cetakan kosong untuk menciptakan suatu komponen baru. Logam tersebut kemudian akan mendingin dan mengeras sesuai dengan bentuk cetakan tempat logam tersebut dituangkan.

pengecoran logam
Metal Casting Method

Pengecoran logam menjadi salah satu teknik pembuatan yang telah dikerjakan selama ribuan tahun, memainkan peran penting dalam menghasilkan berbagai macam benda, dari patung artistik dan perhiasan rumit hingga alat praktis, senjata, dan komponen transportasi. Metode ini terus berkembang, beradaptasi dengan teknologi dan bahan baru sambil mempertahankan prinsip-prinsip dasarnya.

Saat ini, proses pengecoran logam telah menjadi bagian integral dari manufaktur, terutama dalam industri dan transportasi. Kemampuan untuk memproduksi komponen logam yang kompleks dan presisi telah mendorong inovasi dan efisiensi di bidang ini, memungkinkan produksi massal bagian-bagian untuk mobil, pesawat, mesin, dan berbagai perangkat lainnya.

Proses Pengecoran Logam Secara Umum

Terdapat beberapa teknik dalam pengecoran logam. Tetapi, pada dasarnya proses yang dilakukan hampir sama. Selama proses pengecoran, logam cair dengan hati-hati dipindahkan dari wadah (crucible) ke dalam cetakan yang telah dibentuk sebelumnya untuk menciptakan objek logam yang diinginkan. Prosedur ini melibatkan aliran logam ke dalam rongga cetakan, mengisi semua ruang hingga detail rumit dari desain. 

Setelah logam cair dituangkan, baik logam maupun cetakan dibiarkan mendingin dan mengeras. Setelah cukup dingin, objek logam yang sudah mengeras diambil dari cetakan dan menjalani proses finishing untuk memperbaiki bentuk dan kualitas permukaannya, memastikan bahwa objek tersebut memenuhi spesifikasi dan standar estetika yang diinginkan.

Teknik-teknik Pengecoran Logam

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pengecoran logam pada dasarnya menerapkan proses yang hampir sama pada tiap-tiap tekniknya. Hanya saja, pada setiap teknik memiliki proses tambahan yang membedakannya. Berdasarkan sifat cetakannya, metode pengecoran logam dapat secara luas dikategorikan menjadi dua jenis: cetakan yang dapat digunakan kembali (reusable molds/non-expandable molds) dan cetakan yang dapat dibongkar (expandable molds). Mari kita pahami masing-masing tekniknya.

Reusable Molds/Non-Expandable Molds (Dapat Digunakan Kembali)

Teknik ini memanfaatkan jenis cetakan (mold) yang dirancang untuk dapat digunakan kembali berkali-kali. Cetakan tersebut biasanya terbuat dari bahan yang tahan lama seperti baja atau besi, dan dapat menahan suhu tinggi dari logam cair. Teknik umum yang menggunakan cetakan yang dapat digunakan kembali meliputi:

Centrifugal Casting

Centrifugal Casting
Centrifugal Casting

Pada teknik centrifugal casting, logam cair dituangkan ke dalam cetakan yang berputar. Gaya sentrifugal mendorong logam ke dinding cetakan, menciptakan hasil pengecoran yang padat dan seragam. Teknik ini sering digunakan untuk memproduksi bagian-bagian berbentuk silinder seperti pipa, bantalan, dan cincin.

Pressure Casting

Centrifugal Casting
Pressure Casting

Pressure casting dilakukan dengan cara memasukan logam cair ke dalam cetakan di bawah tekanan tinggi. Teknik ini memastikan bahwa logam bisa mengisi semua bagian cetakan, menghasilkan pengecoran yang presisi dan berkualitas tinggi dengan permukaan yang halus dan akurasi dimensi yang baik. Biasanya digunakan untuk bentuk-bentuk kompleks dan komponen berkekuatan tinggi.

Die Casting

Die Casting
Die Casting

Die casting adalah proses otomatis di mana logam cair disuntikkan ke dalam rongga cetakan di bawah tekanan tinggi. Die casting menggunakan cetakan terbuat dari baja yang dikeraskan dan dapat menghasilkan volume besar pengecoran dengan kualitas konsisten. Die casting banyak digunakan di industri otomotif, elektronik, dan barang konsumsi untuk membuat bagian-bagian seperti blok mesin, roda gigi, dan housing.

Expandable Molds (Dapat Dibongkar)

Teknik expandable casting menggunakan cetakan yang dihancurkan atau dibongkar untuk melepaskan hasil dari pengecoran yang sudah jadi. Cetakan ini biasanya terbuat dari bahan seperti pasir atau lilin, yang dapat dengan mudah dihilangkan setelah logam mengeras. Teknik-teknik = expandable casting meliputi:

Sand Casting

Dalam sand casting, sebuah pola digunakan untuk membuat rongga dalam cetakan pasir. Logam cair kemudian dituangkan ke dalam rongga untuk membentuk bentuk yang diinginkan. Setelah logam mendingin dan mengeras, cetakan pasir dipecah untuk mengungkapkan hasil pengecoran. 

Sand Casting
Sand Casting

Sand casting sangat serbaguna dan dapat digunakan untuk bagian-bagian besar dan bentuk yang kompleks, membuatnya ideal untuk komponen otomotif, blok mesin, dan bagian mesin. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa lihat penjabaran tentang sand casting di sini.

Investment Casting

Juga dikenal sebagai lost-wax, investment casting melibatkan pembuatan pola lilin dari objek yang diinginkan. Pola ini kemudian dilapisi dengan bahan keramik tahan api untuk membentuk cetakan. Setelah keramik mengeras, lilin dilelehkan, meninggalkan rongga untuk logam cair. 

Investment Casting
Investment Casting

Logam kemudian dituangkan ke dalam cetakan keramik, dan setelah mendingin, keramik dipecah untuk mengungkapkan pengecoran yang presisi. Investment casting dikenal untuk menghasilkan bagian-bagian yang rumit dan detail, sering digunakan dalam industri dirgantara, perangkat medis, dan perhiasan. Anda juga bisa menelaah lebih jauh terkait investment casting di sini.

Teknik-teknik pengecoran logam di atas menawarkan berbagai pilihan untuk memproduksi bagian logam, masing-masing dengan keunggulan dan aplikasinya sendiri. Memahami perbedaan antara cetakan yang dapat digunakan kembali dan cetakan yang dapat dibongkar membantu produsen memilih metode yang paling sesuai untuk kebutuhan spesifik mereka, memastikan efisiensi, kualitas, dan efektivitas biaya dalam produksi.

Keuntungan dan Kelemahan Metode Pengecoran Logam

Dari penjabaran di atas, bisa kita lihat bahwa metode pengecoran logam menawarkan berbagai keuntungan tersendiri dalam pengaplikasiannya. Salah satu keuntungan utama dari pengecoran logam adalah kemampuannya untuk menciptakan bentuk kompleks dan desain detail yang sulit atau tidak mungkin dicapai melalui metode manufaktur lainnya. Fleksibilitas ini membuat pengecoran logam ideal untuk memproduksi komponen rumit dalam industri seperti dirgantara, otomotif, dan perhiasan. 

Selain itu, pengecoran logam bisa sangat ekonomis untuk produksi skala besar, terutama dengan metode seperti die casting, yang memungkinkan output volume tinggi dengan kualitas konsisten. Kemampuan menggunakan berbagai jenis logam dan paduan juga menambah fleksibilitas proses pengecoran logam.

Namun, perlu dicatat bahwa ada beberapa kelemahan terkait dengan pengecoran logam. Pertama, biaya awal untuk membuat cetakan, terutama dalam teknik yang dapat digunakan kembali seperti die casting, bisa tinggi, sehingga kurang ekonomis untuk produksi dalam jumlah kecil. Di sisi lain, untuk teknik expandable mold, seperti sand casting, sering kali menghasilkan presisi dan kualitas permukaan yang memerlukan proses finishing tambahan. 

Selain itu, masalah keamanan sangat penting dalam pengecoran logam karena suhu tinggi yang diterapkan, memerlukan protokol keamanan yang ketat untuk melindungi pekerja dari luka bakar dan cedera lainnya. Terakhir, masalah lingkungan terkait dengan pembuangan cetakan bekas dan emisi polutan selama proses pengecoran harus dikelola dengan baik untuk meminimalkan dampak lingkungan.

Secara keseluruhan, metode pengecoran logam (metal casting) memberikan solusi beragam dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan manufaktur, dari komponen teknis yang rumit hingga karya seni yang indah. Keunggulannya dalam menciptakan bentuk kompleks dan ekonomis untuk produksi massal menjadikannya pilihan utama di banyak industri. Namun, tantangan dari kelemahan metode ini yang sudah disebutkan di atas, harus dikelola dengan baik untuk memastikan hasil yang optimal. Jadi, penting untuk memahami dan memilih metode pengecoran yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda.

Penulis

Om Vin
Om Vin adalah full-time in-house engineer ACS dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri pipa fitting dan sangat gemar dengan tantangan.

Share

  • Facebook
  • Tweet
  • Whatsapp
  • LinkedIn

Artikel lainnya

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
12
.
07
.
24

Teknik Bubut: Macam-Macam Teknik Bubut dan Aplikasi dalam Berbagai Industri

Dengan kemampuannya untuk menciptakan bentuk yang tepat dan hasil bubutan yang berkualitas, teknik bubut tetap menjadi salah satu proses fundamental dalam manufaktur yang mendukung berbagai aplikasi di sektor industri.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
12
.
07
.
24

Plat Besi: Ukuran, Jenis, dan Tabel Beratnya

Berat plat besi memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur dan konstruksi dalam berbagai aspek. Beban berlebih akibat penggunaan plat besi yang terlalu tebal atau berat dapat menyebabkan kerusakan struktural atau bahkan kegagalan total bangunan.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
10
.
07
.
24

Dampak Ekskavasi dan Strategi Mitigasinya

Dengan memahami dan mengantisipasi dampak negatif ekskavasi serta menerapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat, proyek ekskavasi dapat dilaksanakan dengan lebih aman dan bertanggung jawab, meminimalkan efek buruk pada lingkungan, masyarakat, dan pekerja.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
09
.
07
.
24

Apa itu Rebar Scanner dan Manfaatnya untuk Proyek Konstruksi Modern

Rebar scanner digunakan untuk mengevaluasi integritas struktural, serta menentukan apakah ada kerusakan atau keretakan pada tulangan baja yang dapat mempengaruhi kekuatan dan kestabilan bangunan.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
03
.
07
.
24

Pengertian Ekskavasi dan Prosesnya Sebagai Fondasi dalam Pembangunan Infrastruktur

Ekskavasi memberikan landasan yang diperlukan untuk menentukan kedalaman fondasi, kestabilan struktur, serta penyelarasan yang tepat bagi bangunan atau infrastruktur lainnya. 

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
02
.
07
.
24

Pengertian PKO (Palm Kernel Oil) dan Produk Turunannya

Melalui serangkaian tahapan yang teliti, mulai dari pemanenan hingga pemurnian, proses pengolahan minyak inti sawit (PKO) memastikan bahwa minyak yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan siap untuk digunakan dalam berbagai aplikasi industri.