2024-05-15

Memahami 4 Teknik Posisi Pengelasan: Flat, Horizontal, Vertical, dan Overhead

Daftar isi

Tutup

Pentingnya pengetahuan tentang posisi pengelasan (welding position) tidak bisa diabaikan dalam dunia industri. Hal ini penting karena mempengaruhi kualitas hasil pengelasan serta keamanan dan keselamatan welder yang bertugas. Dalam praktiknya, berbagai posisi pengelasan seperti vertikal, horizontal, overhead, dan flat membutuhkan pendekatan dan teknik yang berbeda. 

Misalnya, pengelasan vertikal memerlukan keterampilan khusus untuk mengatasi tantangan gravitasi, sementara pengelasan overhead dapat membutuhkan peralatan dan perlindungan tambahan untuk memastikan keselamatan para welder. Artikel ini akan membahas tentang posisi pengelasan dan pengaplikasiannya. Mari simak penjabaran selengkapnya.

Definisi Posisi Pengelasan

Pengelasan atau welding merupakan perpaduan rumit antara sains dan keterampilan seseorang. Setiap posisi pengelasan membutuhkan pendekatan yang unik, menghadirkan tantangan dan peluang yang berbeda. Posisi pengelasan sendiri merujuk pada orientasi relatif antara sambungan logam yang akan disatukan dan gravitasi, yang mempengaruhi cara pengelasan yang akan dilakukan. 

Pemahaman tentang posisi pengelasan sangat penting dalam industri pengelasan karena mempengaruhi teknik, keterampilan, dan perlengkapan yang diperlukan untuk mencapai hasil pengelasan yang optimal. Faktor-faktor seperti arah aliran logam cair, kemungkinan pengaruh gravitasi, serta keselamatan welder, semuanya dipertimbangkan saat menentukan posisi pengelasan yang tepat. Posisi pengelasan bisa diklasifikasikan menjadi 4 metode, yaitu flat welding position, horizontal welding position, vertical welding position, dan overhead welding position. Mari kita ulas satu persatu.

Flat Welding Position

Posisi flat atau datar ini dianggap sebagai titik awal bagi banyak sebagian besar welder. Pada posisi ini, benda kerja diletakkan pada permukaan horizontal, seperti meja kerja atau lantai. Welding torch atau elektroda dipegang pada sudut 45° terhadap permukaan pelat, memastikan pengendapan logam yang merata ke dalam sambungan. Salah satu keuntungan signifikan dari posisi datar adalah welder tidak perlu bekerja melawan gravitasi, sehingga posisi inilah yang paling mudah dikerjakan.

Horizontal Welding Position

Umumnya, pengelasan horizontal lebih sulit dibandingkan posisi vertikal dan overhead serta membutuhkan lebih banyak teknik. Sambungan logam yang akan disatukan yang berada dalam posisi mendatar atau sejajar dengan permukaan datar, sehingga gaya gravitasi bekerja secara lateral, mirip dengan flat position. Dalam pengelasan horizontal, pengelas harus memperhatikan aliran logam cair agar tetap terkendali dan tidak mengalir keluar dari sambungan. Perlu diperhatikan untuk teknik pengelasan horizontal yaitu pilihlah tepi atas sambungan untuk mencegah sagging berlebihan, dan sesuaikan parameter untuk mencegah genangan las menjadi terlalu cair.

Vertical Welding Position

Seperti namanya, pada pengelasan vertikal, sumbu las tetap vertikal, bergerak ke atas atau ke bawah. Benda kerja dan lasan tegak lurus atau hampir tegak lurus. Welder yang melakukan posisi pengelasan vertikal perlu menggunakan gerakan zigzag, terbalik, atau segitiga untuk memanipulasi genangan las, dan menyesuaikan  parameter untuk memperhitungkan efek gravitasi pada genangan las. Pertimbangkan juga apakah pengelasan akan dilakukan secara vertikal ke atas atau ke bawah, karena pengelasan vertikal ke atas lebih umum dilakukan pada material yang lebih tebal.

Overhead Welding Position

Overhead  welding position dianggap sebagai teknik paling menantang yang membutuhkan keterampilan tingkat tinggi dibandingkan welding yang lainnya. Komponen ditempatkan di atas welder sementara pengelasan dilakukan pada posisi tersebut. Biasanya welder bekerja sambil berbaring dan harus mengambil posisi yang memberi akses termudah ke untuk pengelasan. Untuk overhead position, kebanyakan komponen logam dan peralatan permanen digunakan. Welder juga perlu memposisikan obor pada sudut 45 derajat, dan memperhatikan genangan logam cair tetap kecil untuk menghindari sagging yang berlebihan. Gunakan teknik yang mirip dengan pengelasan vertikal untuk manipulasi genangan air.

Pengaplikasian Masing-masing Posisi Pengelasan

Setiap posisi pengelasan memiliki aplikasi yang berbeda tergantung pada kebutuhan spesifik proyek pengelasan dan orientasi material yang akan disatukan. Kita akan bahas secara ringkas tentang pengaplikasiannya.

Pertama, flat position atau posisi mendatar adalah posisi yang umum digunakan dalam banyak proyek pengelasan, karena relatif mudah untuk mengendalikan aliran logam cair. Contoh penggunaan posisi mendatar termasuk pengelasan pelat baja, dinding tangki, dan permukaan datar lainnya. Kedua, horizontal position posisi mendatar, umumnya diterapkan dalam pengelasan pipa horizontal atau struktur baja horizontal seperti balkon atau jembatan.

Selanjutnya, vertical position atau posisi vertikal sering diterapkan dalam pengelasan struktur baja vertikal seperti kolom atau tiang. Terakhir, overhead position atau posisi di atas kepala posisi yang lebih sulit karena logam cair cenderung mengalir ke arah bawah, menimbulkan tantangan dalam mengendalikan proses pengelasan. Contoh penggunaan posisi atas kepala termasuk pengelasan bagian bawah kapal atau struktur di atas kepala pengelas.

Memahami aplikasi masing-masing posisi pengelasan memungkinkan welder untuk memilih teknik dan strategi yang sesuai dengan kebutuhan proyek mereka, serta memastikan hasil pengelasan yang optimal dalam hal kualitas dan kekuatan. Semoga informasi ini berguna bagi Anda baik untuk hari ini, maupun di masa depan.

Dapatkan informasi menarik seputar industri secara luas hingga teknik-teknik yang ada di dalamnya yang akan kami bahas di artikel-artikel lainnya. Stay tuned terus di blog alvindocs.com ya!

Penulis

Om Vin
Om Vin adalah full-time in-house engineer ACS dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri pipa fitting dan sangat gemar dengan tantangan.

Share

  • Facebook
  • Tweet
  • Whatsapp
  • LinkedIn

Artikel lainnya

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
22
.
05
.
24

Heat Exchanger : Definisi, Prinsip Kerja, dan Konfigurasi

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sebuah sistem adalah bagaimana memindahkan panas dari satu medium ke medium lain tanpa mencampurkan fluida yang terlibat, serta menjaga integritas sistem dan kualitas produk. Lalu, bagaimana heat exchange bekerja? Yuk, simak penjelasan selengkapnya.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
22
.
05
.
24

Aktuator Hidrolik: Solusi Terbaik untuk Kontrol Gerakan dalam Konstruksi, dan Industri Lainnya

Sistem mekanis tradisional atau manual sering kali sulit dalam menghasilkan tenaga dan daya tanggap yang dibutuhkan. Di sinilah peran aktuator dibutuhkan sebagai solusi untuk berbagai tantangan kontrol gerak.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Safety Valve: Definisi, Fungsi dan Prinsip Kerja dalam Melindungi Sistem dari Overpressure

Dengan kemampuannya untuk mengontrol tekanan dan memastikan pelepasan gas atau fluida berbahaya saat mencapai level yang berpotensi membahayakan, safety valve bukan hanya sekadar komponen untuk menjaga keamanan sistem industri.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Pentingnya Process and Instrumentation Diagram (P&ID) sebagai Alat Visualisasi dalam Industri

Selain gambaran teknis, P&ID memberikan representasi grafis yang jelas tentang hubungan antar-elemen dalam sistem. Sehingga sangat membantu para profesional atau pekerja proyek untuk memahami, merancang, dan mengelola proses industri dengan lebih efisien.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Mengenal Mesin Bubut: Definisi, Aplikasi, dan Teknik Pembubutan

Aplikasi mesin bubut melibatkan banya industri, termasuk otomotif, kedirgantaraan, dan elektronik. Mari pahami prinsip kerja mesin bubut, jenis-jenis mesin bubut yang umum digunakan, dan teknik pembubutan seperti facing, turning, thread cutting, dan lainnya.

Alvindo Catur Sentosa Placeholder image
20
.
05
.
24

Menelusuri Ragam Jenis Plat Besi dan Keunggulannya dalam Proyek Konstruksi

Mengeksplorasi berbagai jenis plat besi beserta karakteristiknya, seperti plat hitam untuk konstruksi, plat besi kembang untuk desain estetika, plat besi bordes untuk daya cengkram, plat kapal untuk industri maritim, dan plat besi strip yang tipis dan fleksibel.