+6221 - 2933 9521/22

082111422613 / 081380534301

sbu1@alvindocs.com / sbu2@alvindocs.com

APL Tower - Central Park Lantai 17

Pahami Bagaimana Cara Kerja Control Valve

11 Juni 2019

Control valve adalah valve yang otomatis dapat mengatur aliran dalam sebuah sistem perpipaan secara presisi. 

Apa saja Fungsi Control Valve?

Pada control valve umumnya menggunakan jenis globe valve, karena jenis globe valve ini bisa mengatur dan mengontrol valve, globe juga bisa untuk throttling. Untuk mengetahui apa itu globe valve, anda bisa membaca ulasan Jenis-Jenis Valve Pipa dan Fungsinya atau Perbedaan dari Valve Ball, Valve Globe dan Valve Gate yang telah kami bahas sebelumnya.

Pada control valve biasanya menggunakan tanda / sinyal dari komponen yang terpasang di sistem perpipaan untuk kemudian diteruskan kedalam bukaan valve sesuai kebutuhan dari jumlah alirannya. Control valve juga bisa mengontrol jumlah aliran untuk membatasi tekanan didalam sebuah sistem perpipaan. 

skema control valve

Satu Set Control Valve

Jika jenis valve lain dipasang sendiri atau tunggal (tidak perlu sistem / unit tambahan) maka pada control valve harus di susun dengan komponen lain agar lebih optimal dalam penggunaannya. Hal ini akan sedikit berbeda dalam memasangnya.

Control valve set terdiri dari valve itu sendiri, kemudian ada fitting dan pipa yang dipasang dipondasi atau platform. Lalu jika ada pertanyaan, kenapa dipasang di pondasi atau platform? Jawabannya karena control valve nantinya akan butuh untuk maintenance / perawatan, control valve juga harus mudah untuk dibongkar pasang kembali.

contoh sistem control valve

Konfigurasi Control valve

Berbicara mengenai konfigurasi dari control valve. Anda bisa melihat gambaran control valve diatas, control valve biasanya jenis globe valve (terletak ditengah) yang menggunakan pneumatik atau hydrolic akuator untuk mengatur jumlah flow rate secara otomatis. Lalu apa yang dimaksud dengan akuator?

Akuator merupakan istilah yang dipakai untuk alat yang mengubah dari aliran baik dari hidrolik atau pneuamatik menjadi sebuah gerakan, dalam hal ini gerakan si valve. Prinsip akuator berbeda dengan pompa, jika pompa gerakannya mekanik (gerakan motor) menjadi sebuah aliran fluida, sedangkan akuator merubah aliran fluida menjadi gerakan mekanik. 

Block Valve
Perhatikan gambar diatas lagi, control valve berada di tengah. Sedangkan block valve berada disamping kanan dan kiri. Block vale berfungsi untuk memblok (menutup) aliran jika control vale akan di maintenance. Susunan seperti ini juga dikenal dengan istilah DBB, double block and bleed karena berfungsi untuk memblock aliran.

Bypass system and valve
Bypass valve, salah satu bagian dari control valve juga. Sesuai dengan namanya, sistem ini untuk membypass aliran sewaktu control valve di maintenance (saat kedua block valve bekerja, maka aliran akan melalui bypass ini). Bypass terletak disamping dari control valve. Bypass valve jika dalam kondisi normal akan tertutup. Jika digunakan akan di buka secara manual. 

Drain System
Drain system berfungsi untuk mengeluarkan aliran fluida yang ada di control valve sebelum di maintenance. Jadi sebelum control valve ini benar-benar di lepas, maka drain ini dibuka terlebih dahulu agar sisa fluida yang ada di sekitar control valve langsung jatuh melalui drain agar tidak berceceran. Drain system ini merupakan fungsi bleed dari istilah DBB tadi, yaitu mengeluarkan sisa fluida didalam control valve.

cara kerja control valve

Tipe-Tipe Control Valve

PCV - Pressure Control Valve
TCV - Temperature Control Valve
FCV - Flow Control Valve
LCV - Level Control Valve
XV - Isolation Control Valve
XCV - High Pressure Control Valve

Dari tipe-tipe control valve di atas, dari namanya saja sudah langsung diperoleh penjelasannya. Misalnya saja PCV, berarti valve ini berfungsi untuk mengatur Pressure (tekanan). TCV, berfungsi untuk mengatur temperature pada sebuah sistem perpipaan. FCV, tipe control valve untuk mengatur jumlah aliran.

Kenapa control valve ukurannya tidak besar?

Jika Anda perhatikan, umumnya dalam satu set control valve dilengkapi dengan fitting reducer. Reducernya berupa eccentric dengan tipe bottom flat. Lalu kenapa harus menggunakan reducer? Yang artinya ukuran control valve-nya lebih kecil dari pipa utamanya. Kenapa tidak dibuat saja control valve yang ukurannya besar sehingga mengurangi biaya penggunaan fitting reducer.

Ternyata jawabannya adalah pemilihan control valve sendiri itu ada hitungan dan pertimbangannya seperti di bawah ini.

1. Perlu diketahui berapa tingkat penurunan pressurenya 
2. Berapa keluaran pressure atau flow yang di harapkan, dari sini nanti akan dapat perhitungan velocity yang mana harus kurang dari sonic sound
3. Sound power kurang dari 150db
4. Noise level kurang dari 80db
5. Semakin besar ukuran control valve, maka semakin mahal

Dari 5 hal di atas, nanti akan didapatkan berapa ukuran yang pas untuk control valvenya. Percayakan menghitung ukuran control valve ini pada departemen atau bagian yang memang ahlinya mengurusi control valve. Semoga ulasan ini, dapat menambah pemahaman Anda mengenai Cara Kerja Control Valve. 

Berita Terkait

Cara Cek Keaslian Produk Komponen Pipa
Sebagai pembeli pasti kita harus memastikan barang yang kita beli ini original, tahan lama dan aman. Sekarang ini banyak product import yang dijual dengan harga sangat murah dengan Mill Test Certi ...
04 Juli 2019
Istilah Car Seal Open dan Close (CSO/CSC) pada Sistem Perpipaan
Istilah Car seal open [CSO] merupakan pengaman pada valve atau komponen pipa lain untuk menghindari agar orang yang tak punya kepentingan membuka atau menutup valve, dalam hal ini (CSO) valve terkunci ...
02 Juli 2019